Home » Berita Utama » Detik-Detik Penjemputan Telur Maleo
Detik-Detik Penjemputan Telur Maleo
Tetua adat Batui, penghantar telur Maleo berdiri sesaat depan istana keraton Bangai, melaporkan kedatangan Tumbe, Minggu (4/12).

Detik-Detik Penjemputan Telur Maleo

BANGGAI-Waktu menunjukkan pukul 08.30, Minggu pagi (4/12) kemarin langit Banggai cerah tanpa awan. Di pelabuhan, ratusan warga menyemut sepanjang bibir pembatas dermaga.  Parade 40 buah sampan dengan bendera 13 susunan Merah-Putih seperti diselimuti aura mistis kental ketika mengiringi kapal pembawa telur Maleo yang mulai merapat.
Memang sebagaimana dijadwalkan, pagi itu prosesi puncak Penjemputan Telur Maleo (Malabot Tumbe) dimulakan.
Sebelum berlabuh, kapal adat bersama pengiringnya berputar tiga kali di depan keramat Banggai Lalongo. Dua buah speed pandu dari BPBD dan Perhubungan termasuk dalam barisan itu.
Rombongan kemudian merapat, diterima kabag Humas, Hasdia Badjurani, SIA dan sejumlah punggawa kerajaan. Selanjutnya langsung menuju Keraton Batomundoan Banggai.
Rute yang dilalui, sepanjang pelabuhan hingga jalur dua Taman Kota juga dipenuhi masyarakat bercampur barisan siswa-siswi sekolah dasar dan menengah.
Di keraton, Bupati, pimpinan SKPD, jajaran DPRD dan tamu undangan perwakilan dari komunitas adat telah bersiap di teras depan.  Sedangkan kalangan bangsawan, pemuka adat Luwuk Banggai, Hideo Amir dan Irwan Zaman, para Basalo dan Jogugu, Rusli Uda’a selaku tuan rumah, menunggu prosesi penyerahan telur di ruang dalam. Menurut adat, telur yang telah diserah terimakan akan berdiam selama 3 hari di rumah Jogugu Banggai.
Nantinya, akan ada utusan adat dari tiga Barakat (pemegang keramat, red) yakni Banggai Lalongo, Boneaka dan keramat Putal yang menjemputnya bergantian.  Tumbe berarti yang pertama atau awal. Prosesi Malabot Tumbe harus dilakukan sebab kendati hidup dan berkembang di wilayahnya, masyarakat adat Batui belum dapat mengonsumsi telur Maleo yang ada sebelum telur pertamanya diserahkan terlebih dahulu kepada saudara mereka di Banggai. (Sbt)

About uman