Home » Berita Utama » Soal Isu Diganti, Martono: Saya Tanya Dulu Bupati
Soal Isu Diganti, Martono: Saya Tanya Dulu Bupati
Martono Suling

Soal Isu Diganti, Martono: Saya Tanya Dulu Bupati

LUWUK—Jelang pengisian Organisasi Perangkat Daerah (OPD), internal birokrasi Kabupaten Banggai makin memanas. Pasalnya, jumlah kotak jabatan lebih sedikit dibanding kotak jabatan satuan kerja perangkat daerah.  Di sisi lain pejabat eselon III yang layak dipromosikan banyak yang antre.
Menariknya, ada kotak jabatan yang sudah dilakukan pergantian sebelum pengisian/pengukuhan kepala OPD dilakukan pada bulan Desember ini.
Kasus ini dialami Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Banggai, Martono Suling. Mantan Camat Toili itu disebut–sebut telah diganti oleh Baharuddin Ahmad sebagai pelaksana tugas Kadispenda, sejak 22 November lalu.
Jika informasi itu benar, maka isu ada upaya menyingkirkan pejabat yang oleh koleganya disebut sebagai “Ketua Kelas” itu terkonfirmasi. Sebab, Martono disebut sebut termasuk salah satu pejabat yang tidak lagi mengikuti uji kompetensi pejabat yang digelar Badan Kepegawaian Daerah belum lama ini. Martono kemungkinan tidak mengikuti uji kompetensi menyusul adanya surat edaran Pemda Banggai yang ditandatangani Wakil Bupati Banggai, Mustar Labolo. Dalam surat edaran nomor 800/16.62/BKD tertanggal 15 November itu, disebutkan uji kesesuaian melalui uji kompetensi baik manajerial, teknis, social cultural diwajibkan diikuti oleh pejabat eselon IIa dan IIb, kecuali pejabat yang sedang atau pernah dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau berat, sementara dalam status tersangka kasus tindak pidana korupsi, narkoba, pidana umum oleh aparat penegak hukum, serta sekalipun telah selesai melaksanakan hukuman penjara namun belum ditindaklanjuti sesuai Undang Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang aparatur sipil Negara, pasal 87 ayat (4) huruf (b dan d).
Sejauh ini, surat edaran itu, masih menuai pro kontra. Ada yang menilai semestinya kebijakan seperti itu dituangkan dalam bentuk peraturan bupati dan bukan sebatas surat edaran.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah Irpan Poma, dikonfirmasi, menyatakan, Kepala Dinas Pendapatan Daerah belum diganti. Namun, saat ditanyakan kebenaran informasi yang menyebut pemerintah daerah telah mengangkat Baharuddin Ahmad sebagai pelaksana tugas Kepala Dinas Pendapatan Daerah, mantan Camat Toili Barat ini enggan berkomentar. “Lebih  baik tanyakan langsung kepada Pak Bupati ya,” sarannya, tadi malam.
Terpisah, Kepala Bagian Humas Setda Kabupaten Banggai, Soffian Datu Adam, juga enggan berkomentar. “Saya tunggu pak bupati dulu ya,” ujarnya.
Ia  enggan memberi komentar dengan alasan akan terbaca sebagai informasi dari pemerintah daerah, sementara Ia tidak mengetahui informasi tentang pergantian kepala Dispenda itu.  “Jangan nanti saya salah memberi keterangan,” tambahnya.
Sebelumnya Kepala Dinas Pendapatan Daerah, Martono Suling, menyatakan, ini dirinya masih tetap Kepala Dispenda, karena Ia dilantik dan mengantongi surat keputusan sebagai Kepala Dispenda.“Yang lain lain (kepastian Pemda menunjuk Bahar sebagai Plt-red) saya akan temui beliau (bupati-red) dulu untuk mengetahui kebenarannya,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata, yang disebut sebut sebagai plt Kepala Dispenda, membantah informasi itu. “Ah itu cuma orang gara gara,” katanya. Ia mengaku disebut sebut sebagai pelaksana tugas Kepala Dinas Pendapatan Daerah karena hingga kini tinggal dirinya (dari kalangan “tim sukses” win Star-red) yang belum diangkat sebagai pelaksana tugas untuk kemudian dipromosikan  sebagai pejabat eselon II. “Saya kalau sudah digara gara begitu langsung saya aminkan. Kalau besok besok jadi, alhamdulillah,” imbuhnya.
Ia mengaku tidak merongrong jabatan kepala Dispenda. Ia juga tidak pernah mendatangi kantor Dispenda di Graha Dongkalan untuk bertugas menggantikan Martono Suling.
Jadi tidak benarkah informasi dirinya sudah diangkat sebagai pelaksana tugas Kadispenda?”Doakan saya jangan cuma plt, tapi definitif,” imbuhnya lagi.
Bahar-sapaan akrabnya-mengaku sudah lama memenuhi syarat sebagai pejabat eselon II.  Sementara itu, pengisian jabatan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru disebut sebut akan dilaksanakan pada tanggal 18 Desember mendatang. Hal ini setidaknya dibenarkan oleh Sekretaris BPKAD Kabupaten Banggai, Marsidin Ribanka. ASN yang dikenal dekat dengan pucuk pimpinan daerah itu mengaku pengisian jabatan OPD baru tidak akan meleset dari tanggal 18 Desember. Sementara itu, Asisten II Setda Banggai, Andi Djalaluddin, tidak memastikan tanggal pengisian kepala OPD.“Tapi kemungkinan besar memang Desember ini, tidak akan menyeberang tahun,” tegasnya, kemarin.(ris)

About uman