Home » Kampus » Kelompok Cipayung Bahas Isu Nasional dan Daerah
Kelompok Cipayung Bahas Isu Nasional dan Daerah
Perwakilan empat organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus, saat berdiskusi di sekretariat IMM Luwuk, Selasa malam (29/11).

Kelompok Cipayung Bahas Isu Nasional dan Daerah

LUWUK-Sejumlah organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus, membahas isu-isu nasional maupun daerah yang sedang mencuat akhir-akhir ini, di Sekretariat PC IMM Kabupaten Banggai, Selasa malam (29/11).
Dalam pertemuan tersebut, kelompok Cipayung Plus yang terdiri dari, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), fokus membahas aksi yang akan dilaksanakan pada 2 Desember besok, tentang dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI non aktif, Basuki Tjhaja Purnama alias Ahok.
Meskipun berbeda pendapat, namun empat organisasi kemahasiswaan ini satu persepsi tentang kedaulatan hukum di Indonesia. “Banyak persepsi yang mencuat pada aksi 212 (2 Desember_red). Tapi pada prinsipnya, kami kelompok cipayung plus sepaham dengan penegakan hukum yang profesional dan proposional,” kata Ketua HMI Cabang Luwuk, Mahmud Basir, Selasa (29/11).
Selain itu, mereka meminta masyarakat Indonesia agar jangan terprovokasi dengan isu makar yang katanya mengancam kedaulatan NKRI. “Siapapun orangnya maupun kelompok apapun, kami akan lawan jika berani menganggu keutuhan NKRI,” tandasnya.
Menurut mereka, Indonesia dibebaskan dari cengkaraman kolonialisme dengan perbedaan dan kemajemukan. Nilai-nilai pluralisme, kebhinekaan harus dipelihara, jangan ada pihak-pihak tertentu yang merusaknya.
Pancasila merupakan dasar negara Indonesia, yang tidak bisa diganggu gugat. “NKRI harga mati,” tegas Mahmud.
Di sisi lain, mereka akan memperkuat konsolidasi Cipayung Plus di Kabupaten Banggai. Tujuannya untuk mengawasi program-program pemerintah daerah. “Setiap pekan, kami akan selalu bertemu dan membahas isu-isu nasional, utamanya di daerah. Konsolidasi akan terus digalakan secara maksimal,” ungkapnya seraya menyatakan, program pemerintah daerah yang dinahkodai Herwin Yatim dan Mustar Labolo, harus pro rakyat.(awi)

About uman