Home » Torang p Sekolah » Faktor Lingkungan dan Contoh Orang Tua, Andil Besar Rusaknya Moral Anak
Faktor Lingkungan dan Contoh Orang Tua, Andil Besar Rusaknya Moral Anak
Dampak negatif pergaulan para generasi muda saat ini. Kurangnya kontrol orang tua, sekelompok anak ngefox terpaksa harus terjaring razia aparat.

Faktor Lingkungan dan Contoh Orang Tua, Andil Besar Rusaknya Moral Anak

Di tangan generasi muda tongkat estafet perjuangan pembangunan bagsa ini akan diberikan. Apakah bangsa ini akan terus bertahan dan semakin maju ataukah sebaliknya, bangsa ini akan hancur dan binasa, semua tergantung bagaimana mereka kelak.

Laporan : Andi Ardin A.N / Luwuk Post

Suka tidak suka, mau tidak mau, senang tidak senang, pemuda merupakan bibit bibit penentu kemajuan bagsa yang harus terpelihara dengan baik. Peran strategis para pemuda itu harus sejalan dengan mental serta moral yang dimiliki, sebagai ujung tombak perjalanan pembangunan bagsa ini.
Muncul pertanyaan besar di benak kita. Melihat kondisi pemuda yang tak terkontrol dan rentan akan tindakan yang merugikan diri sendiri, apakah kelah mereka akan mampu membawa bangsa ini menuju puncak kejayaan seperti harapan yang disematkan kepada mereka? Tentunya, pertanyaan seperti itu harus ditemui jawabannya.
Memperbaiki moral dan mental generasi saat ini harus menjadi program prioritas. Pendidikan kareakter di pendidikan dasar harus terus digodok agar kelak mereka bisa memilah persoalan persoalan yang tidak berdampak negatif pada diri sendiri.
Rusaknya generasi muda saat ini ditandai dengan mulai lunturnya nilai-nilai moral. Para generasi muda saat ini tidak segan-segan untuk mencoba hal baru seperti rokok, minuman keras, ngefox, dan bahkan menggunakan obat obat terlarang seperti narkoba.
Mengatasi persoalan persoalan seperti itu, tentunya sangat dibutuhkan peran orang tua dalam fungsi pengawasan dan pembimbing. Namun kadang kala orang tau-lah yang menjadi contoh kepada anak untuk melakukan hal hal tersebut.
Seperi contoh, para orang tua seringkali menasehati anak anaknya untuk tidak merokok, dengan alasan akan merusak kesehatan. Namun demikian, hal itu (Merokok,red) dipertontonkan orang tua di hadapan anak anaknya dengan tanpa rasa bersalah sedikitpun.
Dengan demikian, contoh langsung yang diberika orang  tua berbanding terbalik dengan nasehat yang disampaikan. Bukan tidak mungkin mereka kelak akan jauh lebih buruk dari apa yang kita contohkan dan perlihatkan kepada mereka sekarang ini.
Dalam kasus ini, peran lingkungan dan masyarakat juga memiliki andil yang besar dalam mendidik para generasi muda. Lunturnya nilai moral generasi muda tidak bisa dilepaskan dari buruknya peran serta lingkungan dan masyarakat dalam fungsi pengawasan dan pembinaan.
Meminum minuman keras di kalangan masyarakat kita saat ini bukan lagi rahasia umum. Hal itu terlihat setiap kali ada hajatan atau perta, dimana tanpa meminum minuman keras hal itu tak akan lengkap. Inilah yang kadangkala menjadi tontonan generasi muda saat ini, khususnya mereka yang masih duduk dibangku sekolah. Dengan melihat hal hal seperti itu, bukan tidak mungkin mereka akan mencontoh atau bahkan ikut serta meminum minuman keras tersebut.
“Kerusakan moral generasi muda yang terjadi sekarang ini harus dimaknai sebagai rusaknya peran orang tua, masyarakat, serta lembaga pendidikan dalam menciptakan moral dan mental yang positif. Kita tidak dapat serta merta menyalahkan para generasi muda serta kenakalan mereka. Karena di balik itu semua ada peran serta kita dalam mendukung terjadinya kenakalan tersebut. Kita harus lebih peduli, mengayomi, mendengar, serta memberikan eksistensi kepada generasi muda,” ungkap Sekretaris IMM Banggai, Salim Hatibi, Rabu (30/11). (*)

About uman