Home » Politik » Kesehatan 15 Persen, Pendidikan 24 Persen
Kesehatan 15 Persen, Pendidikan 24 Persen
Banggar DPRD dan TAPD Kabupaten Banggai menggelar rapat paripurna lanjutan APBD 2017 di kantor DPRD Banggai, Selasa (29/11).

Kesehatan 15 Persen, Pendidikan 24 Persen

LUWUK— Berdasarkan postur APBD tahun anggaran 2017, Pemda Banggai telah mengalokasikan biaya kesehatan dan pendidikan diatas dari persentase yang ditentukan regulasi. Untuk biaya kesehatan kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Banggai, Imran Suni pada paripurna di kantor DPRD Banggai Selasa (29/11) kemarin, belanja kesehatan diproyeksikan 10 persen. Namun untuk postur APBD 2017, Pemda Banggai mengalokasikan sebesar 15,2 persen.
Begitu pula dengan belanja pendidikan. Dari yang disyaratan pedoman penyusunan APBD serta amanah undang-undang sebesar 20 persen, dalam postur APBD 2017 dinaikkan menjadi 24 persen.
“Dalam APBD kita pada bidang pendidikan belanja tidak langsung Rp444 miliar lebih dan belanja langsung Rp89 miliar lebih, dengan total Rp494 miliar lebih. Nah, jika dipersentasekan dengan belanja daerah Rp1,9 triliun maka didapat angka 24 persen untuk biaya pendidikan. Itu artinya kita lampaui batas,” kata Imran.
Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Banggai, Syahrial Labelo merincikan, pada rencana APBD 2017 untuk pendapatan daerah sebesar Rp1,921 triliun. Angka ini naik Rp182 miliar lebih atau 10,40 persen dari APBD 2016. Sumber pendapatan direncanakan berasal dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp138 miliar lebih. Nominal ini lanjut Sekkab Banggai mengalami kenaikan Rp18 miliar lebih atau 15,59 persen.
Ada beberapa sumber PAD, yakni sebut Syahrial, dari pajak daerah Rp45 miliar lebih, retribusi daerah Rp26 miliar lebih, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp2,6 miliar dan lain-lain PAD yang sah Rp64 miliar lebih.
Lanjut Syahrial, sumber lain yakni dari dana perimbangan Rp1,5 triliun lebih atau naik Rp154 miliar lebih. Dana perimbangan ini bersumber dari bagi hasil pajak Rp228 miliar lebih, dana alokasi umum (DAU) Rp953 miliar lebih dan dana alokasi khusus (DAK) Rp340 miliar lebih.
Untuk belanja tidak langsung (BTL) direncanakan Rp1,064 triliun, sedang belanja langsung (BL) Rp918 miliar lebih. Syahrial merincikan, BTL diantaranya diporsikan untuk belanja pegawai Rp705 miliar lebih, belanja subsidi Rp404 juta dan belanja hibah Rp9,8 miliar lebih. Sementara BL dianggarkan untuk belanja pegawai Rp61 miliar lebih, belanja barang dan jasa Rp411 miliar lebih dan belanja modal Rp445 miliar lebih. (yan)

About uman