Home » Metro Luwuk » Kadisdikbud vs Ketua PGRI
Kadisdikbud vs Ketua PGRI
Kepala Disdikbud Banggai, Tasrik Djibran (kanan) saat menyambangi ruang unit 1 Polres Banggai untuk menanyakan penyidik yang memanggilnya, Senin (28/11). Ia kemudian diperiksan penyidik unit 2 Satreskrim.

Kadisdikbud vs Ketua PGRI

LUWUK-Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Banggai, Tasrik Djibran, mendatangi Polres Banggai, Senin (28/11) kemarin. Kedatangan Tasrik untuk melaporkan dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Banggai, Rachmisani Sangkota, yang disampaikan dalam sambutan di acara penutupan HUT PGRI Ke-71, di Alun-alun Bumi Mutiara Luwuk, Jumat (25/11) pekan lalu.
Menurut Tasrik, sambutan yang disampaikan Rachmisani Sangkota di hadapan ribuan guru se-Kabupaten Banggai itu tidak benar dan sangat mencemarkan nama baiknya selaku Kadisdikbud.
“Sudah ada bukti yang saya sediakan. Diantaranya itu video dan rekaman suara sambutan Rachmisani Sangkota,” ungkapnya, Senin (28/11).
Tidak hanya itu, Tasrik juga sudah mengumpulkan saksi-saksi yang hadir dan menyaksikan sambutan Kepala Sekolah (Kepsek) SD Pembina itu. Menurutnya, para saksi siap memberikan keterangan kepada pihak kepolisian, jika dibutuhkan dalam mengusut persoalan tersebut. “Saya sudah komunikasi dengan pak wabup dan beliau mengatakan sebaiknya diselesaikan saja ke jalur hukum. Makanya hari ini saya laporkan,” ungkapnya.
Dalam pemeriksaannya di hadapan penyidik reskrim unit 2, Tasrik menuturkan sikap Rachmisani sudah kelewat batas. Bahkan tidak menghargai pimpinan. “Saat dia (Rachmisani,red) telepon saya lagi ikut ujian kompetensi di atas (kantor Bupati,red) jadi saya tidak bisa angkat teleponnya. Tapi setelah itu kami sempat ke lokasi hanya saja sudah selesai,” paparnya.
Ia juga menyesalkan sikap Rachmisani yang menurutnya tidak seharusnya dilakukan seorang bawahan. “Saya ini atasannya. Pejabat daerah. Kalau dia mau meminta kehadiran seharusnya bersurat. Bukan lewat telepon,” tandasnya.
Meski begitu, sesuai instruksi wakil bupati, Tasrik menyerahkan sepenuhnya persoalan itu ke aparat kepolisian. Ia mengaku tidak ingin berpolemik lagi.
Sebelumnya, dalam sambutannya Rachmisani Sangkota mengungkapkan bahwa dirinya tak menerima Tasrik Djibran sebagai Kadisdikbud yang dinilainya tidak profesional. Ia juga mengungkapkan bahwa sikap Tasrik tidak mencerminkan sikap seorang atasan yang baik, dan sangat jauh berbeda dengan Plt Kadis sebelumnya.(and/van)

About uman