Home » Berita Utama » Juanda Dilepas
Juanda Dilepas
Barang bukti hasil operasi tangkap tangan (OTT) tim saber pungli Polres Banggai berupa uang tunai sebesar Rp3,9 juta dan dua buah handphone, Senin (28/11).

Juanda Dilepas

LUWUK-Tersangka kasus dugaan pemerasaan yang diciduk tim Saber Pungli Polres Banggai, Juanda Balahanti SH, akhirnya dilepas setelah diperiksa sekira 10 jam lebih.
Kapolres Banggai, AKBP Benni Rustandi Baehaki SIk menjelaskan pihaknya tidak melakukan penahanan terhadap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan itu karena nilai barang bukti dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Edigio FA, dibawah Rp 5 juta. “Tersangka tidak dilakukan penahanan tapi proses hukumnya tetap jalan. Dia wajib lapor di Polres Banggai,” tuturnya dalam konfrensi pers, Senin (28/11).
Dasar tidak ditahannya tersangka, merujuk pada pasal 12a ayat (1) dan (2) Undang-undang Nomor 31 tahun 1999  jo Undang-undang  Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. “Bahwa pelaku sebagaimana dimaksud dalam pasal 5, pasal 6, pasal 7, pasal 8, pasal 9, pasal 11, pasal 11 dan pasal 12 yang nilainya kurang dari lima juta rupiah dipidana penjara paling lama tiga tahun,” kata Kapolres.
Meski begitu proses hukum atas pemerasan yang dilakukan Kepala DKP akan terus berjalan. Bahkan, tersangka telah dijerat dengan pasal 12 hurut e (pemerasan dalam jabatan) Undang-undang Nomor 31 tahun 1999  yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.
Masuk RS
Usai dilakukan pemeriksaan sekira pukul 19.30 Wita, Minggu (27/11) Juanda diduga shock dan masuk rumah sakit. Keterangan sejumlah saksi mengungkapkan dalam pemeriksaan wajah Juanda terlihat terus memerah. Ia kemudian mengaku kurang sehat dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Seperti diberitakan, kasus itu bermula dari adanya program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI terkait bantuan kapal nelayan di kabupaten Banggai. Dari permohonan 12 kapal, kabupaten Banggai mendapatkan jatah 6 kapal. Kelompok nelayan desa Poh di Kecamatan Pagimana tidak mendapatkan jatah bantuan. Juanda kemudian diduga telah meminta sejumlah uang untuk pengurusan administrasi dalam rangka memuluskan lobi ke kementerian.
Dari permintaan sekira Rp10 juta, kelompok nelayan baru menyanggupi Rp 3,9 juta. Apesnya usai serah terima uang, anggota tim saber pungli masuk dan melakukan penangkapan.(van)

About uman