Home » Kampus » HMBK Tak Dilirik Pemda Bangkep
HMBK Tak Dilirik Pemda Bangkep
Foto bersama jajaran pengurus HMBK di sekretariat, Senin (28/11).

HMBK Tak Dilirik Pemda Bangkep

LUWUK-Eksistensi Himpunan Mahasiswa Banggai Kepulauan (HMBK) nampak dipandang sebelah mata oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Banggai Kepulauan (Bangkep).
Sejak awal berdirinya pada tahun 2015 silam, seluruh program dan kegiatan organisasi yang dihuni oleh ratusan mahasiswa Bangkep itu, tak sekalipun pernah menerima kucuran dana dari pemda.
Wakil Ketua Umum HMBK, Asno, menjelaskan bahwa HMBK merupakan aset pemda Bangkep, dimana organisasi tersebut merupakan salah satu wadah bagi para mahasiswa dalam menyalurkan kegiatan kegiatan positif, terutama bagi pembangunan daerah mereka. Tak hanya dalam konteks itu, HMBK juga sebagai wadah pembelajaran mahasiswa untuk menjadi kritis dan inovativ dalam membawa nama besar Bangkep di daerah-daerah lain.
“Kami (HMBK,red) merasa terisolir di mata Pemda. Hingga saat ini kami tidak dipandang sama sekali. Buktinya, sejak dua tahun terakhir berdirinya HMBK, pemda tak pernah menggelontorkan dana bantuan, entah untuk sekret di Banggai, ataupun kegiatan kegiatan HMBK selama ini,” ungkapnya, Senin (28/11).
Lucunya, lanjut Asno, organisasi organisasi yang entah berkiblat di mana, bisa mendapatkan bantua anggaran dari pemda Bangkep.
“Jika berkaca di beberapa paguyuban seperti Manado, Palu, dan Yogyakarta, mereka aktif menerima kucuran bantua dana. Nah, kita yang nyata nyatanya adalah organisasi formal yang sudah memberi kontribusi terhadap daerah malah disepelehkan. Parahnya, pemda malah mengeluarkan anggaran bantua untuk organisasi yang tidak jelas, dan entah dari mana asalnya,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO) HMBK, Arianto Pilili, mengungkapkan beberapa kontribusi yang selama ini mampu diberikan HMBK terhadap pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan.
“Sebelumnya kita pernah naik gunung sejauh tujuh kilo meter untuk menurunkan 40 anak untuk bisa sekolah di salah satu SD di Desa Sasampean, Kecamatan Tinangkung Selatan. Belum lama ini, kami juga membentuk kelas inspirasi untuk pertama kalinya, bekerja sama dengan dosen dosen Untika, dan Dandim, kepada anak anak Bangkep di sekolah dasar,” jelasnya.
Olehnya, sambung Arianto, sudah seharusnya Pemda Bangkep bisa meluangkan perhatian lebih terhadap eksistensi HMBK. Para kader HMBK merupakan mahasiswa di beberapa universitas di Kabupaten Banggai, yang nantinya akan memberikan pengaruh penting terhadap pembangunan pembangunan daerah kedepannya.
“Sudah selayaknya kami diperhatikan. Selama ini, HMBK berdiri secara mandiri. Perhatian pemda Bangkep setidaknya bisa memacu generasi muda Bangkep dalam mengembangkan kreativitasnya,” tutupnya. (and)

About uman