Home » Berita Utama » Kepala DKP Kena OTT
Kepala DKP Kena OTT
Juanda Balahanti

Kepala DKP Kena OTT

LUWUK-Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Banggai, Moh. Juanda Balahanti SH, tak bisa berbuat banyak saat dirinya diciduk tim Sapu Bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli) Polres Banggai dalam operasi tangkap tangan (OTT), Sabtu (26/11) sekira pukul 21.30 Wita di kediamannya, di jalan Sungai Lindu, Kelurahan Bungin, Kompleks Pasar Tua.
Meski sempat mengelak dan tak menerima penangkapan itu, Juanda akhirnya menyerah dan tak berkutik, setelah barang bukti  (babuk) berupa uang sejumlah Rp3,9 juta ditemukan polisi.
Mantan Kepala BPMPPT Banggai itu, diduga meminta uang terhadap kelompok nelayan dari Desa Poh, Kecamatan Pagimana untuk memuluskan proposal bantuan nelayan yang diajukan pada program tahun 2016.
Informasi yang berkembang menyebutkan total permintaan ‘uang pelicin’ sebesar Rp10 juta, namun kelompok nelayan baru menyanggupi sebesar Rp4 juta. Hanya saja, saat ditangkap, jumlah tersebut telah berkurang Rp100 ribu.
Dalam penangkapan itu, Juanda langsung diamankan tim Saber Pungli pimpinan Kasat Reskrim Edigio F. Alfamantar ke Mapolres Banggai bersama anggota kelompok nelayan berinisial RI, untuk dimintai keterangan. Barang bukti yang berhasil disita antara lain; uang pecahan Rp100 ribu sebanyak 32 lembar dan uang pecahan Rp50 ribu sebanyak 14 lembar, serta sebuah telepon genggam merek samsung warna hitam.
Kesaksian beberapa sumber mengatakan bahwa bantuan pengadaan kapal nelayan dari program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI sebanyak 6 unit untuk Kabupaten Banggai di tahun 2016. Namun, kelompok nelayan Desa Poh, Kecamatan Pagimana sejatinya tidak termasuk dalam daftar penerima bantuan. Hal itulah yang kemudian menjadi dasar mereka siap memberikan ‘uang pelicin’ karena dijanjikan akan dilobi kembali ke KKP RI.
Meski Juanda terlihat berada di Polres Banggai hingga, Minggu (27/11) sekira pukul 03.50 Wita, namun sejumlah penyidik maupun pejabat di lingkup korps baju cokelat itu enggan berkomentar lebih. Mereka memilih bungkam dengan alasan masih tahap pemeriksaan saksi. “Nanti kalau sudah selesai pemeriksaan pasti akan dibeberkan pak kapolres atau pak kasat. Ditunggu besok saja ya,” terang Ipda Nanang, selaku Kanit 2 Polres Banggai,  kemarin sekira pukul 03.45 Wita.
“Besok saja mas, nanti pak kapolres yang ngomong,” ungkap Kasat Reskrim Edigio sekira pukul 12.56 Wita kemarin.
Ditanya apakah tersangka akan langsung ditahan atau tidak? Kasat Reskrim belum berani memastikan. Ia hanya menegaskan bahwa kemarin malam pihaknya melakukan gelar perkara. Dari gelar perkara itulah akan ditetapkan apakah tersangka ditahan atau tidak. “Kita tunggu saja hasil gelar perkaranya ya,” ungkap Edigio lagi.
Terpisah, Kapolres Banggai AKBP Benni Rustandi Baehaki saat dihubungi mengonfirmasi penangkapan itu. Ia menjelaskan penangkapan terjadi di ruang tamu (resepsionis) Hotel Erni, kompleks Pasar Tua. Hotel itu belakangan memang menjadi tempat tinggal Juanda. Penangkapan dilakukan dalam perkara pungli program bantuan kapal dari KKP RI untuk kelompok nelayan Desa Poh, Kecamatan Pagimana. “Modusnya, pelaku meminta sejumlah uang untuk pengurusan administrasi di kementerian kepada calon penerima kapal. Katanya agar cepat diberikan kapalnya,” terang Kapolres, kemarin sekira pukul 13.53 Wita.
Kapolres juga memastikan bahwa pelaku masih diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.  “Insya Allah besok disampaikan hasil penyidikannya,” kata kapolres lagi.
Amatan Luwuk Post, Juanda saat diamankan penyidik kepolisian, sejumlah kerabatnya silih berganti datang ke Polres Banggai. Bahkan, salah satu kerabatnya sempat melarang wartawan mengambil liputan terkait OTT tersebut. (van)

About uman