Home » Metro Luwuk » Karier Juanda Terancam ‘Habis’
Karier Juanda Terancam ‘Habis’
Mustar Labolo

Karier Juanda Terancam ‘Habis’

LUWUK—Nilainya memang hanya sedikit. Tapi dampaknya begitu luar biasa. Hanya karena uang sebesar Rp4 juta, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Banggai, Juanda Balahanti SH, terancam kehilangan kariernya di deretan pejabat eselon II daerah ini. Pria yang baru saja mengikuti ujian kompetensi dalam perebutan kursi eselon II tersebut kini tengah berada di Polres Banggai dalam rangka pemeriksaan sebagai tersangka. Ia ditetapkan sebagai tersangka setelah tertangkap tim saber pungli yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Edigio FA dalam operasi tangkap tangan (OTT), Sabtu (26/11) sekira pukul 21.30 Wita terkait penerimaan uang ‘pelicin’ program bantuan kapal nelayan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI tahun 2016.
Meski sempat berontak, dan mengelak dengan tudingan itu. Namun, Juanda tak bisa berkutik setelah barang bukti ditemukan polisi. Pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) itu digiring ke Mapolres Banggai tanpa perlawanan. Kapolres Banggai, AKPB Benni Rustandi Baehaki mengungkapkan pihaknya masih melakukan pemeriksaan dalam tahap penyidikan.
Sementara itu, Wakil Bupati Banggai, Mustar Labolo saat dikonfirmasi mengatakan sebagai pimpinan pihaknya masih akan mempertimbangkan apakah tersangka akan mendapatkan bantuan hukum dari pemerintah kabupaten Banggai atau tidak. “Itu masih akan kita kaji dengan bagian hukum, bagaimanapun dia (Juanda,red) adalah aparat kita. Nanti kita akan melihat bagaimana kedudukannya baru diputuskan apakah akan dibantu atau tidak,” pungkasnya, Minggu (27/11) usai mengikuti senam bersama warga di Teluk Lalong.
Ditanya mengenai keikutsertaan Juanda dalam seleksi pejabat eselon II, Mustar belum mau berkomentar banyak. Ia hanya mengatakan mengenai nasib pejabat terlibat hukum akan diputuskan setelah Bupati Banggai Ir Herwin Yatim kembali ke tanah air. “Kalau itu tergantung pak bupati. Kita tunggu saja, sekarang beliau masih umroh,” katanya.
Apakah karienya sudah bisa dikatakan selesai dengan adanya penangkapan inin? “Ah, saya belum bisa memberikan jawabannya. Kita lihat saja dulu perkembangannya di kepolisian. Yang pasti kita tidak mau intervensi masalah ini. Biarkan aparat kepolisian bekerja,” tegasnya.
Diketahui, Juanda Balahanti adalah pejabat eselon II yang sudah cukup berpengalaman di daerah ini. Ia telah beberapa kali menduduki jabatan strategis seperti Kepala BKD, Kepala BPPT, Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kepala Dishubkominfo, dan terakhir Kepala DKP Banggai.  Juanda juga merupakan salah satu pejabat yang digadang-gadang bisa menggantikan posisi Syahrial Labelo ke depan jika masa jabatannya berakhir. Namun, dengan adanya penangkapan ini, bisa jadi jenjang kariernya telah berakhir.(van)

About uman