Home » Politik » Jangan Makan Gaji Buta
Jangan Makan Gaji Buta
Syahrin Taalek

Jangan Makan Gaji Buta

LUWUK— Ketidakaktifan beberapa staf ahli fraksi di DPRD Banggai pada sejumlah agenda paripurna, memantik kritikkan orang partai. Pengurus DPC Partai Demokrat Kabupaten Banggai, Syahrin Taalek menjadi orang pertama yang menyodoknya. “Sebaiknya staf ahli fraksi tidak makan gaji buta,” kata Syahrin Sabtu (26/11).
Para staf ahli fraksi nilai unsur wakil ketua pada partai yang diketuai Evert Kuganda ini adalah orang-orang pilihan. Mereka ditunjuk partai melalui perpanjangan tangan di dewan, karena dianggap memiliki sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Sekalipun orang hebat, namun Syahrin menyesalkan ketidak professional mereka dalam melaksanakan tugas sebagai staf ahli fraksi.
Mestinya lanjut Syahrin, para staf ahli fraksi tidak melewatkan momentum penting di dewan. Lewat pencermatan dalam setiap rapat paripurna, staf ahli fraksi dapat memberikan pertimbangan dan masukkan kepada fraksinya.
Tapi yang terjadi tidak demikian. Sebagian besar staf ahli fraksi tidak aktif, termasuk sindir Syharin staf ahli fraksi Demokrat/Hanura. “Apa yang saya sampaikan ini kritik yang membangun. Sekalipun harus menyodok fraksi saya di dewan,” kata Syahrin.
Memang benar lanjut Tomundo LINCA ini, Sekretariat Dewan tidak punya kewenangan dalam memberi penilaian, apalagi memberi sanksi terhadap staf ahli fraksi yang sering absen. Akan tetapi itu adalah kewenangan fraksi masing-masing. Namun karena staf ahli fraksi mendapat intensif setiap bulan Rp2 juta yang notabene berasal dari uang rakyat, perlu ada sikap tegas. Minimal saran dia, Badan Kehormatan (BK) dapat mengambil sikap.
Saran Syahrin, agar tidak terjadi makan gaji buta, sebaiknya keberadaan staf ahli fraksi yang punya aktivitas padat di luar dewan, perlu ditinjau kembali. “Bagaiamana mereka bisa aktif di dewan, sementara agenda mereka diluar cukup padat. Sudah pasti akan menganggu tugas sebagai staf ahli fraksi,” kata Syahrin. (yan)

About uman