Home » Berita Utama » Kadisdikbud Bikin Kecewa Ketua PGRI
Kadisdikbud Bikin Kecewa Ketua PGRI
Rachmisani Sangkota

Kadisdikbud Bikin Kecewa Ketua PGRI

LUWUK—Ketua PGRI Kabupaten Banggai, Rachmisani Sangkota, mengaku sangat kecewa dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai, Tasrik Djibran. Rachmisani dibikin kecewa lantaran Tasrik Djibran enggan mengangkat telepon saat dia hendak mengkonfirmasi kehadiran Tasrik melepas karnaval dalam rangka memeringati HUT PGRI ke 71, Rabu (23/11).“Saya telepon untuk konfirmasi pelepasan karnaval tapi tidak pernah diangkat,” katanya.  Ia mengatakan, dalam rangka memeringati HUT PGRI ke-71, pihaknya memang menggelar kegiatan gerak jalan, karnaval, sunatan massal dan pinasa maupun beberapa kegiatan olahraga lainnya, beberapa hari terakhir. Ia mengatakan, kegiatan itu tidak dibiayai oleh pemerintah daerah. Tidak juga dibantu pembiayaan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. “Cuma permintaan untuk melepas gerak jalan dan karnaval saja, sampai saat ini Pak Tasrik Djibran, tidak pernah mengangkat telepon,” katanya.
Ia melihat Tasrik Djibran sangat sangat tidak cocok memimpin Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. “Ketua PGRI saja disepelekan. Apalagi guru guru yang jumlahnya 11 ribu (termasuk guru honorer) itu,” tandasnya.
Ia menyayangkan sikap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan itu karena tidak sejalan dengan keterbukaan yang diperlihatkan Bupati Banggai Ir. Herwin Yatim maupun Wabup Mustar Labolo.“Pak Bupati maupun Pak Wabup saja sangat terbuka. Komunikasi dengan beliau sangat luar biasa. Cuma Pak Tasrik ini sangat tidak luar biasa. Heran saya,” tekannya.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Tasrik Djibran, mengaku tak sempat melepas langsung kegiatan karnaval karena tengah mengikuti ujian kopetensi bagi eselon tiga dan eselon dua, yang terjadwal selama empat hari.  “Kemarin seharian saya ikut ujian kompetensi. Seharusnya dia (Rachmisani Sangkota) tanyakan ke kantor,” katanya.
Tasrik mengingatkan Rachmisani Sangkota yang juga adalah Kepala Sekolah SD Pembina adalah bawahannya. “Kenapa dia harus mengurus orang lain? Seharusnya dia sadar bahwa dia itu bawahan saya,” tandasnya. (ris/and)

About uman