Home » Berita Utama » Target PAD Naik Rp 10 Miliar
Target PAD Naik Rp 10 Miliar
TAPD dan DPRD Banggai saat membahas KUA-PPAS, Senin (21/11) siang. Sekitar pukul 20.00 Wita KUA-PPAS telah ditetapkan setelah dokumen diteken Wakil Bupati Mustar Labolo dan Ketua DPRD Samsul Bahri Mang, dan Wakil Ketua I DPRD I Putu Gumi.

Target PAD Naik Rp 10 Miliar

LUWUK—Tim Anggaran Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Banggai menargetkan pendapatan asli daerah senilai Rp 138 miliar tahun 2017 mendatang. Target pendapatan dari pajak dan retribusi itu disepakati dalam rapat KUA PPAS, di DPRD,  Senin (21/11).
Pada rapat yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai, Syahrial Labelo, Kepala Bappeda Ramli Tongko dan Kepala BPKAD Imran Suni, disepakati  target PAD Kabupaten Banggai dinaikkan sekira Rp 10 miliar menjadi Rp 138 miliar. Kenaikan itu disepakati setelah Ketua DPRD Kabupaten Banggai, Samsul Bahri Mang, meminta agar target PAD disesuaikan dengan potensi dan bisa direalisasikan.
Sebelumnya, Nurmin dari Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Banggai, menjelaskan, dari sisi retribusi terdapat potensi yang cukup besar tahun 2017, yakni retribusi pemeliharaan peralatan kebakaran sesuai Perda Nomor 1 tahun 2013 dan kedua Retribusi Pemakaian Alat Laboratorium Lingkungan Hidup yang juga diatur melalui peraturan daerah. “Yang menjadi kendala tinggal peraturan bupati. Ini bisa kita kelola tapi harus diatur dalam Perbup,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Banggai, Samsul Bahri Mang, meminta penetapan target retribusi dan pajak harus realistis. Sebab, sampai saat ini, Pemerintah Daerah belum mencapai target retribusi yang dibebankan pada tahun 2016. Dimana target Pendapatan Asli Daerah diprediksi hanya akan tercapai 85 persen hingga akhir Desember nanti.   “Memang potensi PAD temporer, saat ini yang kita bisa harapkan tinggal investasi di PT PAU yang kini sementara membangun konstruksi pabriknya,” ujarnya.
Sektretaris Daerah Kabupaten Banggai, Syahrial Labelo, mengakui pajak daerah yang dipungut melalui Dinas Pendapatan baru sekitar 81 persen dan diprediksi naik 4 persen menjadi 85 persen pada akhir desember. Di sisi lain retribusi yang dikelola SKPD pemungut retribusi juga belum mencapai target. “Tahun depan peluangnya tidak terlalu besar. Potensi besar itu hanya pajak penerangan jalan khususnya di sejumlah perusahaan di Batui. Sementara dari retribusi potensi sangat kecil,” katanya. Karena itu, kata dia, menaikkan pendapatan sekira Rp 36 miliar dari 128 miliar sangat kecil kemungkinan bisa direalisasikan.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banggai, Rifai Dg Matorang, mengingatkan, tren pendapatan asli daerah yang justru menurun.“Tidak penuhi target, ada sisa target diatas 20 persen, ini artinya kan tidak tercapai.  Karena itu, target tahun depan harus realistis dan  rasional dengan mengacu angka realisasi pendapatan (pajak dan retribusi) saat ini,” ujarnya.
Terpisah Anggota DPRD Kabupaten Banggai, Irpadin Oneng, menegaskan kenaikan target PAD sekira Rp 10 miliar sangat rasional.
Sementara itu, Kepala Bidang Anggaran Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Banggai, Sukriyadi Lalu, menyebutkan, dengan target pendapatan asli daerah sekira Rp 138,172 miliar maka total pendapatan daerah APBD 2017 diprediksi Rp 1,921 triliun. (ris)PEMBAHASAN KUA-PPAS: 

About uman