Home » Politik » Sektor Peternakan Terkesan Dianaktirikan
Sektor Peternakan Terkesan Dianaktirikan
Nasrun Bandiong

Sektor Peternakan Terkesan Dianaktirikan

LUWUK— Ketua Asosiasi Peternakan Kabupaten Banggai, Nasrun Bandiong menilai, visi misi bupati dan wakil bupati Banggai berpotensi gagal. Salah satu indikator, karena sektor peternakan terkesan dianaktirikan.
Di kantor DPRD Banggai, Senin (21/11) kemarin, Nasrun mengatakan, tahun anggaran 2017 Dinas Peternakan (Distak) Banggai hanya dialokasikan anggaran Rp15 miliar. Baginya dana itu sangat minim, sehingga Distak tak bisa berkreasi dengan setumpuk program kerjanya. “Idelnya Rp100 miliar per tahun,” ujar Nasrun.
Khusus program inisiasi buatan (IB) terhadap sapi yang berpotensi bunting, sudah menelan dana Rp10 miliar. Bagaimana dengan item lainnya. Nasrun mencoba menggambarkan, jumlah sapi bunting dengan cara IB di Kabupaten Banggai sebanyak 35 ribu ekor. “Tarohlah setengah dari jumlah sapi itu dilakukan IB dengan estimasi Rp300 ribu per ekor, maka sudah menelan Rp10 miliar. Lantas bagaiman dengan program lain jika pagu Distak hanya diporsikan Rp15 miliar,” tanya Nasrun.
Tak hanya peternakan. Perlakuan serupa juga diberikan pada sektor pertanian. Dasar itulah sehingga Nasrun pesimis visi misi pemerintah dapat berjalan baik, lantaran sektor andalan yang menopangnya dianaktirikan.
Bagi Nasrun, ini merupakan bentuk ketidak jelihan Bappeda termasuk tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) dalam melihat visi dan misi pemerintah. “Saya ingat sekali pak Bupati sering menegaskan bahwa uang mengikuti program. Tapi penegasan itu tak direalisasikan Bappeda dan TAPD,” kata Nasrun. (yan)

About uman