Home » Torang p Sekolah » Rampungkan Silabus Bahasa Daerah
Rampungkan Silabus Bahasa Daerah
Tasman Malusa

Rampungkan Silabus Bahasa Daerah

LUWUK– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai tengah merampungkan silabus bahasa daerah yang akan dipakai pada tahun ajaran 2017/2018. Ada tiga silabus yang mereka tengah rampungkan, yakni Bahasa Saluan, Bahasa Balantak, dan Bahasa Andio. Pengerjaan silabus termasuk dengan pengerjaan kamus ketiga bahasa tersebut.
Ketiga bahasa daerah tersebut terancam punah karena mulai berkurangnya penggunaan bahasa daerah di tengah masyarakat. Hal tersebut turut diamini oleh Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai, Tasman Malusa. Banyak faktor yang menjadi pendukung makin berkurangnya penggunaan bahasa daerah.
Diantaranya faktor keturunan, kawin mengawin antara suku asli Kabupaten Banggai dengan suku pendatang, membuat penggunaan bahasa daerah dalam lingkungan keluarga sedikit demi sedikit mulai berkurang, tergantikan dengan Bahasa Indonesia memakai logat daerah setempat, padahal rumah dan keluarga merupakan sekolah pertama untuk mempelajari bahasa daerah.
Faktor lingkungan juga mempengaruhi berkurangnya penggunan bahasa daerah. Belum lagi terkadang kawula muda sedikit malu untuk berbahasa daerah di tempat umum, padahal bahasa daerah merupakan jati diri dari sebuah daerah. Tidak ingin bahasa daerah Kabupaten Banggai punah dan hanya menjadi sejarah, tahun depan jika semuanya telah dirampungkan, Dikbud bersama Pemda Banggai akan segera meluncurkan Perda tentang bahasa daerah yang akan masuk dalam kurikulum sekolah. “Perda atau sekurang-kurangnya Perbut berfungsi sebagai payung hukum untuk kebijakan ini,” ujar Tasman Malusa.
Ada rencana pada penerapan tahun ajaran nanti, tempat tinggal suku asli akan menjadi penentu bahasa daerah apa yang akan dipelajari, misalnya saja Kecamatan Lamala, Kecamatan Manto, Kecamatan Balantak yang mayoritas suku aslinya Suku Balantak, maka pelajaran bahasa daerah yang mereka pelajari adalah Bahasa Balantak. Begitu pula sebaliknya di Kecamatan Pagimana, Kecamatan Bunta, dan Kecamatan Simpang Raya yang bermayoritas Suku Saluan. (kha)

About uman