Home » Metro Luwuk » Kasus Pelecehan Seksual Stagnan
Kasus Pelecehan Seksual Stagnan
AKP Edigio

Kasus Pelecehan Seksual Stagnan

LUWUK-Publik menilai perkembangan kasus pelecehan seksual di Kecamatan Pagimana, yang menjerat mantan anggota DPRD Banggai IS, berjalan di tempat alias stagnan.
Bagaimana tidak, kasus yang diproses Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Banggai itu, hampir dua bulan. Namun status terlapor masih sebagai saksi. Padahal sudah ada hasil tes psikolog anak, meski tidak dipublikasi.
Menanggapi kicauan publik, Satuan yang dipimpin AKP Edigio F Alfamantara itu, berencana akan melakukan gelar perkara kasus pelecehan seksual yang menimpa bocah 9 tahun tersebut.
“Insya Allah pekan ini sudah digelar. Apakah IS terbukti bersalah atau tidak. Nanti kita tunggu saja hasil gelar perkaranya,” kata anggota Reskrim melalui Kasubag Humas Polres Banggai, AKP Wiratno Apit, Senin (21/11).
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Banggai AKP Edigio F Alfamantar saat dikonfirmasi tentang persoalan tersebut, memilih hemat bicara. “Besok saya kabarin pak,” singkatnya via telepon.
Seperti diberitakan sebelumnya, mantan anggota legislatif (Aleg) DPRD Banggai berinisial IS, diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur berinisial A (9) di Kecamatan Pagimana, pada 3 Oktober 2016 lalu. Dari laporan polisi yang dibuat orang tua A, aksi IS terjadi saat menjemput korban sepulang sekolah dengan menggunakan sepeda motor. IS melalui jalan pintas, kemudian berhenti dan mencium pipi korban bagian kanan. Tak hanya itu, IS melanjutkan tindakannya dengan mencium dan mencoba memegang alat vital korban.
Korban yang baru duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar (SD) itu langsung menangis, karena tidak percaya dengan ulah terlapor. Melihat korban menangis, IS langsung mengantar korban pulang ke rumahnya.
Saat tiba di rumah, korban langsung melaporkan perlakuan IS ke orangtuanya. Tak terima, ke esokan harinya, kejadian itu langsung  dilaporkan ke SPKT Polres Banggai. Sementara itu, IS, yang kini masih berstatus sebagai saksi terlapor membantah keras tuduhan itu. Ia bahkan menyebut apa yang dituduhkan padanya adalah kebohongan serta pencemaran nama baik. IS juga menyatakan ketika laporan yang tengah berada di Polres Banggai itu tidak terbukti maka Ia akan memperpanjang masalah tersebut. Pasalnya, laporan itu merusak nama baik dan reputasinya. ”Saya tidak mau berpolemik di media. ‘No comment’, nanti lihat saja hasil pemeriksaan di Polres, sesuai apa yang menjadi dasar laporan.  Karena panjang kalau saya ceritakan sebenarnya. Tapi intinya laporan itu bohong,” tegas IS ketika itu.(awi)

About uman