Home » Berita Utama » Bukan Lagi Era Pungli
Bukan Lagi Era Pungli
Bupati Banggai Ir Herwin Yatim bersama wakilnya Mustar Labolo duduk berdampingan dengan ketua PGRI Banggai Rachmisani Sangkota usai jalan sehat, Minggu (20/11).

Bukan Lagi Era Pungli

LUWUK-Kepala sekolah harus segera meninggalkan kebiasaan membebani orang tua siswa dengan berbagai macam pungutan yang tidak diatur dalam aturan. Sudah tidak zamannya, sudah bukan eranya. Era pemerintahan Bupati Banggai Herwin Yatim dan Wakil Bupati Banggai, Mustar Labolo, pungutan liar itu diharamkan. Jadi jangan coba coba dilakukan. Konsekwensinya berat. Mutasi!
Bupati Banggai Ir Herwin Yatim menyampaikan permohonan maaf dihadapan ribuan guru dan juga Kepala Sekolah (Kepsek) terkait dengan mutasi kepala sekolah yang dilaksanakan belakangan ini. Tapi, Bupati menegaskan, mutasi hanya sebatas penyegaran dan bukan karena ada unsur politik maupun lainnya. Ia menegaskan, pemerintah daerah menggelar mutasi kepsek semata mata karena ingin memajukan dunia pendidikan. “Tidak ada niat sama sekali mengorek kepala sekolah apalagi mereka yang sudah bekerja profesional,” tuturnya saat menghadiri hari guru Nasional dan HUT PGRI ke 71, Sabtu (19/11).
Bupati mengaku, yang menjadi salah satu alasan dilaksanakan mutasi, karena adanya masukan dari masyarakat akan kinerja Kepsek. Salah satunya adalah Pungutan Liar (Pungli) yang sudah sangat diharamkan di era kepemimpinannya. “Ketika kami berdialog dengan masyarakat, mereka mengeluhkan perlakuan dari bapak ibu (Kepsek). Kebijakan tidak memungut biaya masuk sekolah ini sudah ketinggalan (dengan daerah lain),” ungkapnya.
Bagi Kepsek yang belum memahami kebijakan Pemda Banggai itu Herwin menyampaikan permohonan maaf. “Kedepan kami harapkan PGRI bisa bersama-sama membangun daerah sesuai visi dan misi yang kami sampaikan pada pidato politik kampanye lalu,” terangnya.
Herwin juga berharap para guru dan juga Kepsek tidak percaya isu dan fitnah. “Sebagai pimpinan daerah, saya akan melihat apa yang menjadi keluhan guru, karena guru itu pahlawan tanpa tanda jasa,” pungkasnya. (Ajy)

About uman