Home » Politik » Kendala Utama Bukan pada Perbup
Kendala Utama Bukan pada Perbup
Evert Kuganda

Kendala Utama Bukan pada Perbup

LUWUK– Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Banggai, Evert Kuganda menegaskan, tercancelnya rekomendasi Gubernur Sulteng terkait usulan Raperda tentang bangunan gedung, kendala utamanya bukan karena belum ada peraturan bupati (Perbup). Belum difasilitasinya oleh Kepala Biro Hukum Pemprov Sulteng, lantaran rancangan regulasi itu tidak sesuai dengan kondisi Kabupaten Banggai.
“Kendala utamanya bukan karena belum ada Perbup,” kata Evert Senin (14/11) kemarin. Penjelasan Ketua Faksi Demokrat-Hanura ini sekaligus menjawab komentar yang sebelumnya dilontarkan Sekwan Banggai, Machsun Djaga yang menyebut 40 Perbup masih dibutuhkan untuk menindak lanjuti sejumlah pasal yang ada dalam Raperda itu.
Evert meyakini, Pemda Banggai bisa menyanggupi pembentukan Perbup. Apalagi tahapan mekanismenya, diterbitkan dulu Perda baru dibackup Perbup. Penyebabnya, isi Raperda bangunan gedung tidak sesuai dengan kondisi di daerah. Evert mencontohkan, dalam Raperda itu disebutkan bahwa setiap bangunan gedung harus dibuatkan cakar ayam. “Kalau bangunan pemerintah tidak masalah. Nah, bagaimana dengan bangunan perumahan masyarakat,” jelas Evert.
Begitu pula dengan bangunan yang beberapa meter tertentu tidak ada pepohon termasuk harus adanya izin tetangga dalam mendirikan bangunan. Karena tidak sesuai dengan kondisi di daerah itu, sehingga Biro Hukum Pemprov Sulteng meminta waktu seminggu untuk berkonsultasi di Jakarta. “Saya yakin Raperda bangunan gedung tetap akan disahkan,” jelas Evert.
Dua Raperda, yakni penyertaan modal pemerintah daerah kepada PDAM dan Raperda inisiatif dewan tentang pemberdayaan dan perlindungan petani memang harus digenjot. Alasan Evert, bertalian dengan anggaran. Diharapkan dua produk hukum itu akan dianggarkan lewat APBD 2017. “Dua Raperda itu mendesak, mengingat berkaitan dengan anggaran,” kata Evert. (yan)

About uman