Home » Berita Utama » Jangan Berorientasi Masuk ASN
Jangan Berorientasi Masuk ASN
Mendikbud RI, Muhadjir Effendy menyalami Kapolres Banggai, AKBP Benni Baehaki Rustandi dan unsur Forkopimda lainnya usai memberikan sambutan pada wisuda mahasiswa Unismuh Luwuk, Sabtu (5/11).

Jangan Berorientasi Masuk ASN

LUWUK—Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy, meminta agar alumni Universitas Muhammadiyah Luwuk tidak berorientasi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).  Saat memberikan sambutan di acara wisuda mahasiswa Unismuh Luwuk angkatan XIV Tahun 2016, Sabtu (5/11), Mendikbud meminta tak satupun alumni Unismuh Luwuk yang ingin kerja sebagai ASN.
Mendikbud meyakini Bupati Banggai, Ir. Herwin Yatim, yang memiliki basis sebagai orang ekonomi, tahu kebijakan apa yang akan dilakukan untuk mendorong alumni Unismuh menjadi wirausahawan yang sukses.  “Saya kira nanti akan banyak kredit UMKM yang akan digulirkan Pak Bupati untuk mendorong wisudawan bergerak di sektor wiraswasta. Saya berharap paling tidak 40 persen dari wisudawan nanti akan memilih jalur wiraswasta,” tuturnya.
Mendikbud berharap alumni Unismuh Luwuk berani mengambil resiko, berani bertanggungjawab, dan memiliki tanggungjawab sosial yang tinggi untuk memajukan daerah sehingga tidak membebani pemerintah daerah untuk diangkat sebagai ASN.
Ia juga berharap Rektor Unismuh Luwuk memenuhi permintaanya selama memimpin Unismuh Luwuk untuk periode kedua. Salah satu permintaan Menteri Pendidikan RI, saat mengunjungi Unismuh Jum’at (4/11) adalah agar bangunan perguruan muhammadiyah digunakan untuk kampus Unismuh saja. Sementara SD, SMP dan SMA dipindahkan ke lokasi lain yang representatif.“Datang lagi ke sini saya berharap sudah direalisasikan,” katanya.
Menurut dia, Farid Haluti mendapatkan kehormatan dari PP Muhammadiyah untuk menjadi Rektor pada periode kedua. “Kalau kinerjanya luar biasa, tidak ada salahnya jika diangkat diperiode ketiga, atau keempat bahkan kelima,” kata Menteri yang empat periode (16 tahun) menjadi Rektor di Universitas Muhammadiyah Malang itu. “Berikan yang terbaik untuk Muhammadiyah, Unismuh Luwuk dan Kabupaten Banggai. Dan saya yakin, pak rektor memang mampu,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Banggai, Samsul Bahri Mang, yang dimintai tanggapannya mengatakan, masalah yang sering kali dihadapi para lulusan perguruan tinggi adalah lapangan pekerjaan.  Hal ini kata dia, memang harus menjadi perhatian pemerintah daerah. “Tapi, memang tak harus menjadi
ASN,” kata politikus Partai Golkar ini saat ditemui usai menggelar rapat di kantor Kesbangpol Kabupaten Banggai, Sabtu (5/11).
Ia melihat pengangguran di Kabupaten Banggai masih cukup besar. Jumlahnya mencapai 8.007 orang pada tahun 2015. Hal ini kata dia, perlu menjadi tantangan bagi jebolan Unismuh Luwuk untuk menjadi wiraswasta dengan membuka peluang usaha. “Apabila mereka (wisudawan Unismuh) mampu membuka lapangan kerja baru, saya yakin membantu pemda (pemerintah daerah) menekan angka pengangguran,” ujar Bali Mang.
Ia melihat jumlah ASN di Kabupaten Banggai sudah terlalu banyak yang memicu membengkaknya belanja pegawai. Seperti diketahui jumlah abdi negara di daerah ini menembus 9.115 dan menggerus sekira Rp 703, 663 miliar pada APBD 2016. (ris/yan)

About uman