Home » Berita Utama » Pilkades Tiga Desa Ditunda
Pilkades Tiga Desa Ditunda
Warga Desa Lauon, Kecamatan Luwuk Timur saat bertandang ke kediaman Wakil Bupati Mustar Labolo, Selasa (2/11). Mereka mempertanyakan penundaan pilkades oleh BPMP-PD.

Pilkades Tiga Desa Ditunda

LUWUK – Penundaan tiga desa dalam pilkades serentak 14 November mendatang, memicu reaksi. Selasa (2/11) warga dua desa sekaligus mendatangi kediaman Wakil Bupati Banggai Mustar Labolo di Bukit Halimun.
Desa yang harus ditunda mengikuti pilkades yakni, Desa Padungnyo Kecamatan Nambo, Desa Lauon Kecamatan Luwuk Timur, dan Desa Sidomakmur Kecamatan Toili. Nah, yang mendatangi Wakil Bupati Mustar Labolo yakni  warga Desa Lauon dan Padungnyo.
Wakil Bupati Mustar Labolo menjelaskan, penyebab ditundanya pilkades di Desa Padungnyo yakni, para calon melakukan legalisir ijazah di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Banggai. Padahal, berdasar permendikbud, hal itu harus di sekolah. “Misalnya untuk ijazah SD ya di SD. Begitu juga SMP dan SMA,” jelas Wakil Bupati Mustar seusai bertemu BPK-P Sulteng kemarin.
Aturan itu baru diketahui panitia dan calon kades ketika dua jam lagi waktu memasukan berkas ditutup. “Itu jadi masalah pertama,” ucap dia.
Masalah kedua, kata Mustar, pemerintah Kecamatan Kintom mengeluarkan  surat rekomendasi bahwa pilkades harus ditunda karena alasan keamanan. “Tapi masyarakat bilang mereka aman-aman saja,” terangnya.
Karena itu, Mustar menyatakan, pihaknya masih menunggu Bupati Herwin Yatim untuk mengambil keputusan apakah Desa Padungnyo tetap mengikuti pilkades tahap pertama atau ditunda. “Jumat bupati sudah ada di Luwuk,” tuturnya
Sementara itu, di hari yang sama, sekira pukul 15.00, warga Desa Laoun Kecamatan Luwuk Timur menyambangi orang nomor 2 di daerah ini. Mereka memertanyakan kebijakan BPM-PD yang menunda pilkades serentak di wilayah tersebut.
“Apa penyebab pilkades ditunda? Katanya karena keamanan, tapi di sana tenang-tenang saja. Justru ketika ada kabar pilkades ditunda, itu yang bikin gaduh,” ujar salah seorang warga setempat, Adar Lasalimu.
Menurut Kepala BPM-PD Kabupaten Banggai, Yusuf Bidin, penundaan pilkades di Desa Lauon yakni adanya pengaduan dari calon yang digugurkan oleh panitia dan alasan keamanan. “Dari 197 desa yang ikut pilkades, tiga desa ditunda,” katanya. (ali)

About uman