Home » Politik » Perda Perlindungan Perempuan dan Anak Didorong
Perda Perlindungan Perempuan dan Anak Didorong
Ancu

Perda Perlindungan Perempuan dan Anak Didorong

LUWUK- Aktivis LARRA Banggai kembali mendesak DPRD Banggai untuk melahirkan peraturan daerah (Perda) inisiatif tentang perlindungan perempuan dan anak. Alasan Syamsul Bahri Panigoro atau biasa disapa Ancu, karena kasus pelecehan di Kabupaten Banggai sudah sangat genting.
Ditemui di kantor DPRD Banggai, Selasa (1/11) Ancu mengatakan, dalam kurun waktu enam bulan terakhir, kasus pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak dibawah umur sebanyak 32 kasus. Belum lagi, mulai muncul modus penjualan anak yang terjadi pada sejumlah hotel di Kota Luwuk. “Ini sudah cukup genting,” nilai Ancu.
Olehnya desak dia, DPRD Banggai segera menerbitkan Perda inisiatif tentang perlindungan perempuan dan anak. “Jangan hanya tiga Raperda yang saat ini dibahas dewan. Tapi perlu ada regulasi untuk meminimalisasi kasus pelecehan di daerah ini,” katanya.
Sebelumnya Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapempreda) DPRD Banggai Evert Kuganda mengatakan, tidak perlu ada Perda tersebut. Alasan dia, karena sudah ada undang-undang yang mengaturnya. Respons Evert yang tak memuaskan itu mendapat tanggapan Ancu.
Hirarki undang-undang sejatinya tidak bisa putus. Artinya, undang-undang harus mendapat backup Perda. Apalagi undang-undang yang dibuat, belum tentu sinkron dengan kondisi di daerah. Dengan adanya Perda maka akan lebih spesifik mengatur persoalan pelecehan seksual yang mulai membuming. (yan)

About uman