Home » Berita Utama » Hasil Panen Harus Dibeli dengan Layak
Hasil Panen Harus Dibeli dengan Layak
Bupati Herwin Yatim, Wakil Bupati Mustar Labolo, Kepala Dinas Pertanian Haris Hakim, Kasdim 1308 L/B memerlihatkan hasil panen jagung di Desa Tongke, Kecamatan Balantak Utara, Jumat (28/10). Luas lahan lahan yang dipanen yakni 50 hektare.

Hasil Panen Harus Dibeli dengan Layak

LUWUK – Panen berlimpah sudah. Kini tersisa pemasaran. Pemerintah Kabupaten Banggai bertekad mewujudkan sasaran pemasaran yang jelas untuk para petani jagung di daerah ini.
“Kalau sudah memuaskan, pemasaran kita harus support supaya pedagang tidak memanfaatkan dengan membeli murah hasil panen karena tidak sesuai dengan harga pokok (modal, Red) petani saat menanam,” tegas Bupati Herwin Yatim saat menghadiri panen jagung di Desa Tongke, Kecamatan Balantak Utara, Jumat (28/10).
Bupati menerangkan, pemerintah berupaya agar hasil panen para petani dibeli dengan layak. Sebab, saat ini harga beli jagung ditingkat petani sebesar Rp 2.600 per kilogram. “Pemerintah berpikir agar dibeli dengan layak,” tuturnya.
Bupati menceritkan, saat Provinsi Gorontalo dipimpin Fadel Muhamad, rakyat menanam jagung ramai-ramai karena pemerintah memberikan bantuan benih, penyuluhan dan jalan kantong produksi seperti yang sudah dilakukan pemerintah Kabupaten Banggai sekarang. ”Kemudain saat panen, ditanggung pasarannya, jadi petaninya semangat,” kata Herwin sembari mengatakan hal tersebut dibacanya dalam biografi Fadel.
Lebih lanjut, kata Herwin, saat itu harga jual  jagung di Gorontalo hanya sekira Rp 400 hingga Rp 500 per kilogram, kemudian ditambah Rp 100 per kilogram. “ Petaninya sudah senang. Ke depan kita akan pikirkan agar petani aman, ketika menanam tidak lagi memikirkan pasarannya,” jelasnya.

Upsus Pajala ///
Upaya khusus peningkatan produksi padi, jagung, dan kedelai (upsus pajala), akan terus ditingkatkan oleh pemerintah Kabupaten Banggai. Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banggai, Haris Hakim.
Haris mengatakan, bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mewujudkan swasembada pajala, yakni melalui dukungan pembiayaan yang sangat besar. Baik berupa benih, pupuk, alat pertanian, hingga prasarana jalan bagi para petani. “Pemerintah daerah kita saat ini sangat memperhatikan kesejahteraan petani-petani, agar program upsus pajala untuk wujudkan swasembada pangan, bisa terus kita tingkatkan,” ucap Haris.
Untuk Dinas Pertanian Kabupaten Banggai sendiri, komitmen pemerintah daerah saat ini, akan terus menjadi prioritas dan motivasi, agar bisa selalu terwujud. “Kita akan meningkatkan pelayanan, pendampingan, dan penyuluhan-penyuluhan pertanian. Berkoordinasi dengan semua pihak, kita harapkan keberhasilan petani kita saat ini, bisa terus ditingkatkan,” ucap Haris Hakim.

Singkong Gajah ///
Sementara itu, Wakil Bupati Mustar Labolo dihadapan para petani menjelaskan, pada tahun 2017 akan ada investor yang akan membuka lahan untuk penanaman singkong gajah seluas 10 ribu hektare dan akan membuka pabrik pengolahan di Desa Kayu Tanyo, Kecamatan Luwuk Timur. “Ke depan ada investor yang membantu kita,” jelasnya.
Menurut Wakil Bupati Mustar, kini investor tersebut telah membangun pabrik di Kecamatan Mantangisi, Kabupaten Tojo Una-una yang juga menjangkau Kecamatan Nuhon, Simpang Raya, dan Bunta Kabupaten Banggai. “Pabriknya sekarang sudah ada di Mantangisi,” ucapnya.
Bupati Herwin mengkalkulasikan, jika petani mampu menanam 1 hektare, bisa menghasilkan 160 ton. Apabila harga jualnya Rp 750 per kilogram, petani bisa meraup Rp 120 juta per tahun dipangkas ongkos tanam Rp 36 juta, petani masih untung Rp 84 juta. “ Jadi, sebulan petani hasilkan Rp 8,4 juta,” paparnya.
Sehingga ke depan, dibantu dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Banggai, pemerintah daerah berupaya mewujudkan 1 kecamatan ada 500 hektare untuk lokasi penanaman singkong gajah untuk para petani. “Jadi sambil menanam jagung, tanam juga singkong gajah,” jelasnya. (ali)

About uman