Home » Politik » Proyek Gedung Korpri dan Dispenda Disorot
Proyek Gedung Korpri dan Dispenda Disorot
Proyek pembangunan gedung Korpri dan Dispenda Banggai ini menuai sorotan. Pekerjaan berbandrol Rp4,6 miliar lebih ini dinilai tidak sesuai RAB.

Proyek Gedung Korpri dan Dispenda Disorot

LUWUK– Proyek pembangunan gedung Korpri dan kantor Dinas Pendapatan (Dispenda) Kabupaten Banggai mendapat sorotan. Pekerjaan yang menelan anggaran Rp4,6 miliar lebih itu dinilai tidak sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB).
Salah seorang aleg kepada Luwuk Post, Jumat (28/10) kemarin mengatakan, bila mengacu pada RAB, pondasi sumuran harusnya beton tulang k 275. Tapi oleh perusahaan yang mengerjakan proyek yang bersumber dari APBD tahun anggaran 2016 itu menggunakan beton siklop.
Sumber yang meminta identitasnya tak disebut itu menambahkan, apabila ada perubahan harusnya dikaji ulang bersama pejabat pembuat komitmen (PPK). Dan bukan berdasarkan kemauan kontraktor. “Malah jika perlu melapor pada bupati,” kata sumber. Memang lanjut sumber durasi waktu pekerjaan hanya 100 hari. Sekalipun singkat, tapi mutu harus diutamakan.
Ditemui terpisah, Side Manager PT. Kakanta, Edi Hidayat mengaku proyek ini mengejar kualitas. Bahkan Edi memberi garansi hasilnya akan jauh lebih baik dari RAB. Dia pun memberi penjelasan teknis atas perubahan RAB itu.
Ditengah pondasi terdapat ronggah berbentuk gorong-gorong. Celahnya itu lantas diisi batu kali. Setelah diaplikasi, model pekerjaan itu agak ribet. Pihaknya pun mencarikan solusi dengan mencornya sehingga tidak terlihat lagi ronggah.
Edi menjamin dengan cara seperti itu hasinya akan jauh lebih baik dibanding tahapan pekerjaan dalam RAB. Lagi pula tekan dia, tak ada tambahan biaya. “Kami kejar kualitas pekerjaan, sekalipun kami tidak meminta biaya tambahan,” ujar Edi.
Proyek pembangunan kantor yang berada di jalan Ahmad Yani Kelurahan Luwuk ini ditargetkan selesai Desember 2016. “Dengan pagu Rp4,6 miliar itu, kami fokus pada pekerjaan struktur saja,” jelas Edi. (yan)

About uman