Home » Berita Utama » Wanto Ngotot DAK Timpang
Wanto Ngotot DAK Timpang
Irwanto Kulap

Wanto Ngotot DAK Timpang

LUWUK-Anggota Fraksi Partai Golkar, Irwanto Kulap, kukuh menyoal pengalokasian Dana Alokasi Khusus (DAK). Baginya distribusi anggaran pembangunan yang bersumber dari tambahan DAK senilai Rp 70 miliar itu tetap timpang.  Wanto bahkan tidak lagi mengurai per daerah pemilihan, tapi alokasi per kecamatan.
Ia mencatat dari 23 kecamatan se-Kabupaten Banggai, hanya 6 kecamatan mendapatkan alokasi, 17 kecamatan lainnya tidak tersentuh.
Dengan data yang Ia kantongi, Wanto memaparkan dari 15 paket kegiatan yang dianggarkan DAK, ada yang berdasarkan skala prioritas. Tapi, ada juga yang tidak prioritas.
Anggota Komisi 1 DPRD Banggai ini mencontohkan ruas jalan Siuna-Bantayan yang berbandrol Rp 6 miliar. Padahal, pembangunan jalan itu tak prioritas. Sebab, yang mestinya didahulukan adalah jembatan di Kecamatan Bulaemo sebagaimana disampaikan anggota Komisi 3 DPRD Banggai Masnawati Muhammad pada Pansus RAPBD 2016.
Begitupula rencana kegiatan pemerintah daerah (RKPD) yang telah disahkan pada penetapan APBD 2016, dari 15 paket DAK tidak semua terakomodir. Hal ini menguatkan bahwa 15 paket tersebut bukan skala prioritas.
Menurut dia, jika memang proyek DAK diklaim merata, mestinya kecamatan yang ada di dapil I terakomodir. Seperti Kecamatan Nambo. Kecamatan baru ini harusnya diutamakan dalam hal peningkatan kualitas jalan. Begitu pula Lobu, sebagai kecamatan baru tidak tersentuh perbaikan jalan yang menghubungkan ibukota dengan sejumlah desa.  Kecamatan Bunta juga demikian. Di sana kondisi jalan sudah memprihatinkan. Jika dibiarkan tanpa peningkatan jalan, maka ibu kota Kecamatan Bunta terancam tenggelam karena drainase lebih tinggi dari badan jalan. Belum lagi di Kecamatan Simpang Raya. Jalan desa masih banyak yang berbatu dan becek di musim hujan.
Wanto melihat pengalokasian DAK sangat tidak merata karena dari 23 kecamatan, yang terakomodir hanya 6 kecamatan, yakni Batui, Toili dan Moilong sekira Rp36 miliar, Nuhon Rp 6 miliar, Balantak Rp7 miliar dan Pagimana Rp15 miliar lebih. “Apakah 17 kecamatan lainnya tidak masuk hitungan sehingga tidak diprioritaskan juga?” tanya Wanto.
Ia merasa perlu menyampaikan hal itu untuk meluruskan opini sejumlah koleganya yang menurut dia belum sempat membaca atau kurang membaca. “Mungkin saja Suprapto tidak membaca utuh DAK Rp70 miliar. Sehingga tidak mengetahui mana yang skala prioritas dan mana yang tidak,” kata Wanto. Ia mengaku, harus menyampaikan hal itu agar menjadi perhatian pemerintah daerah. (yan)

About uman