Home » Berita Utama » Suprapto Bilang Wanto Kebablasan
Suprapto Bilang Wanto Kebablasan
Suprapto

Suprapto Bilang Wanto Kebablasan

LUWUK—Ketua Fraksi PDIP Suprapto menilai tak ada yang salah dengan aleg kritis. Sebab, sudah seperti itu semestinya anggota DPRD bersikap. Tapi sikap tersebut tidak bisa dilakukan dengan mengabaikan komunikasi bersama mitra kerja dalam hal ini jajaran eksekutif. “Sikap kritis itu sudah menjadi keharusan. Tapi, jangan kebablasan. Apalagi sorot sana sini tanpa dasar sama sekali. Itu akan jadi preseden buruk terhadap dewan,” kata Suprapto.
Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Banggai ini menyayangkan sorotan koleganya soal anggaran Dana Alokasi Khusus yang tidak didasarkan pada fakta dan data. Itu, hanya akan menimbulkan kegaduhan ditingkat masyarakat. “Bagaimana mau mendorong pembangunan di daerah jika pengawasan dilakukan tanpa memerhatikan data dan berdasarkan pada asumsi,” ujarnya.
Ia menilai semestinya upaya pemerintah daerah mendapatkan tambahan Dana Alokasi Khusus dari pemerintah pusat mendapatkan apresiasi. Apalagi jika jumlahnya hampir dua kali lipat dari jumlah DAK pada penetapan APBD 2016.” Tambahan DAK senilai Rp 70 miliar lebih itu merupakan pertanda ada komunikasi yang baik antara Bupati dengan pemerintah pusat,” tuturnya.
Sebelumnya, anggota Fraksi PAN/PKB Bachtiar Pasman menilai wajar jika anggota badan anggaran (Banggar) Irwanto Kulap berasumsi tentang DAK yang diperuntukkan pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Banggai. Sebab pada saat rapat panitia khusus (Pansus) RAPBD tahun anggaran 2016, dinas yang dikepalai Bambang Eka Sutedy itu tidak memperlihatkan data pendistribusian proyek DAK. “Ada asumsi karena SKPD tidak menyajikan data lengkap. Sebaliknya, jika aleg diberi tahu, tentu saja mereka tidak akan berasumsi,” kata Bachtiar.
Ia berharap ke depan SKPD tidak lagi memaparkan anggaran secara gelendongan. Apalagi saat mendapatkan alokasi anggaran dari pemerintah pusat, tidak berkonsultasi dengan legislatif. “Eksekutif dan legislatif itu adalah mitra. Kami disini bukan tukang stempel,” ucap Bachtiar. (yan)

About uman