Home » Metro Luwuk » Ratusan Mahasiswa Sambangi Polres Banggai
Ratusan Mahasiswa Sambangi Polres Banggai
Kasat Reskrim AKP Edigio F Alfamantar, saat memberikan penjelasan tentang perkembangan penyelidikan kasus pelecehan seksual di Pagimana, kepada ratusan mahasiswa yang berdemo di depan halaman Mapolres Banggai, Rabu (26/10).

Ratusan Mahasiswa Sambangi Polres Banggai

LUWUK-Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa peduli anak mendatangai Mapolres Banggai, Rabu (26/10). Kedatangan mereka berhubungan dengan penanganan kasus pelecehan seksual yang terjadi di Kecamatan Pagimana.
Mahasiswa menilai, pihak kepolisian, utamanya Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Banggai lambat menyelesaiakan kasus tersebut. Ironisnya, terlapor IS yang diduga melecehkan anak di bawah umur (9), masih bebas berkeliaran. “Kasus ini sudah sekitar 20 hari lebih, tapi IS belum juga ditahan. Kalau polisi masih membiarkan IS berkeliaran, maka yang ditakutkan akan terjadi reaksi sosial,” tegas Ramli, seorang orator dari massa aksi.
Harusnya kata dia, penyidik bisa bertindak cepat. Jangan membiarkan IS bernapas lega, seolah-olah tidak bersalah. Bukti yang paling konkrit untuk menjerat IS adalah, psikologi korban terganggu. Bahkan ada beberapa keterangan saksi pendukung yang sudah diambil penyidik. “Apa lagi yang mau ditunggu penyidik, harusnya IS sudah ditahan. Kami akan selalu mengawal kasus hingga tuntas,” tandas kader Mahasiswa Islam Indonesia (HMI) itu.
Hal senada juga disampaikan massa aksi lainnya. Menurut mereka, kasus pelecehan dan kekerasan terhadap anak merupakan kategori kasus extra ordinary crime (kejahatan sangat luar biasa). Olehnya itu, penegakan hukum jangan setengah hati. Harus segera mungkin diselesaikan dan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Banggai. Sementara itu, Kasat Reksrim Polres Banggai, AKP Edigio F Alfamantar menyatakan, kasus pelecehan seksual Pagimana masih dalam tahap penyelidikan. Pihaknya sudah memeriksa beberapa saksi, yakni, korban, ibu dan kakek korban. Selain itu, penyidik juga memeriksa beberapa warga Pagimana, dan terlapor IS. “Status IS saat ini, masih sebagai saksi terlapor,” katanya.
Dikatakan, untuk mengungkap kasus ini, penyidik belum memiliki bukti permulaan yang cukup. “Kalau IS mau ditetapkan sebagai tersangka, harus memenuhi bukti yang cukup terlebih dahulu,” tuturnya. Meski demikian, Ia menegasakan, bahwa kasus ini tetap dilanjutkan.
Edigio meminta kepada warga agar bersabar. Pihaknya masih berusaha mencari bukti tambahan. Sebab, keterangan saksi yang sudah diperiksa hanya dijadikan sebagai petunjuk. “Masalahnya sekarang adalah, tidak ada saksi yang melihat langsung kejadian itu. Tapi akan terus berupaya. Intinya, kalau bukti sudah cukup, terlapor pasti akan ditahan,” tegas Edigio.
Amatan koran ini, setelah ratusan mahasiswa mendengar penjelasan langsung dari Kasat Reskrim Polres Banggai, massa aksi langsung membubarkan diri dengan tertib, sekira pukul 15.30 Wita. Sebelumnya, sekira pukul 14.00 Wita, massa aksi berkumpul di Bundaran Adipura Luwuk, dan berjalan kaki menuju Mapolres Banggai. Massa aski dikawal ketat oleh aparat kepolisian.(awi)

About uman