Home » Metro Luwuk » Modal Legalisir Dinas, Nyaris Lolos Cakades
Modal Legalisir Dinas, Nyaris Lolos Cakades
Badrun Yusuf

Modal Legalisir Dinas, Nyaris Lolos Cakades

LUWUK-Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2016 kian sengit, berbagai cara dilakukan untuk dapat maju menjadi orang nomor satu di desa. Salah satunya dengan memanipulasi keabsahan ijasah. Seperti di salah satu desa di Kecamatan Nambo, dimana sejumlah pendaftar nyaris diloloskan sebagai calon kades (Cakades) hanya bermodalkan legalisir ijasah dari Dinas pendidikan dan Kebudayaan Banggai.
Hal itu terungkap setelah salah satu calon mengajukan keberatan dan meminta agar berkas sejumlah calon diverifikasi kembali. Karena legalisir tersebut diduga bukan ijasah sebenarnya dari para calon. “Setahu saya tidak bisa, harus langsung dari sekolah,” tutur Iswanto, calon kepala desa dari Kecamatan Nambo, belum lama ini.
Ia pun menyesalkan sikap panitia di desa tersebut, karena jika tidak diteliliti, bisa saja beberapa warga tersebut sudah masuk dalam bursa calon Kades. “Saya belum tahu bagaimana kelanjutannya, yang penting saya sudah ajukan keberatan,” terangnya.
Terpisah, Camat Nambo Badrun Yusuf membenarkan kejadian tersebut. Ia pun mengaku sudah melakukan verifikasi ke beberapa calon dan yang menggunakan ijasah legalisir dinas telah digugurkan. “Ia sebenarnya ada enam calon, tapi sekarang tinggal lima” terangnya.
Menurutnya, tidak dibenarkannya calon kades menggunakan ijasah yang dilegalisir dari Dikbud, karena itu sudah menjadi aturan dari kementerian pendidkan. “Kecuali calon tersebut berasal dari luar daerah seperti Bangkep dan mencalonkan ke Banggai baru bisa legalisir dari Dinas,” jelas mantan Camat Masama itu.
Atas kejadian tersebut, Badrun belum memastikan apakah warga yang mencalonkan menjadi Kades itu lolos atau tidak, karena semua tergantung dari BPMPD maupun Bupati. “Dari lima calon itu, belum tentu lolos semua,” pungkasnya. (Ajy)

About uman