Home » Politik » Komisi 1 Diminta Sikapi Kasus Pencabulan
Komisi 1 Diminta Sikapi Kasus Pencabulan
Tidak ditindak lanjuti laporan dugaan pencabulan yang terjadi di desa Pinapuan Kecamatan Pagimana oleh penyidik polisi, membuat kalangan aktivis ini mengadu pada Komisi 1 DPRD Banggai, Senin (17/10).

Komisi 1 Diminta Sikapi Kasus Pencabulan

LUWUK– Komisi 1 DPRD Banggai diminta menyikapi kasus dugaan pencabulan anak dibawah umur yang terjadi di desa Pinapuan Kecamatan Pagimana. Desakan ini lahir, lantaran kasus yang melibatkan mantan anggota DPRD Banggai berinisial IS dinilai mandek di Polres Banggai.
“Kami minta Komisi 1 untuk mempresur polisi agar menindak lanjuti kasus pencabulan anak berusia 9 tahun itu,” kata Koordinator Lingkar Gerakan Rakyat (LARRA) Banggai, Ancu dihadapan tiga personil Komisi 1 DPRD Banggai, Winancy Ndobe, Bachtiar Pasman dan Yenny Lyanto, Senin (17/10) kemarin.
Desakan juga berasal dari Banteng Muda Indonesia (BMI) Kabupaten Banggai. “Kami minta Komisi 1 mendesak polisi untuk menangkap IS,” kata Ketua BMI Rano dan Sekretaris Udin.
Para aktivis muda ini mengatakan, penyidik polisi tidak melanjutkan laporan dengan dalih tidak ada saksi. Padahal kata Ancu, ini merupakan kejahatan luar biasa, dengan ancaman 20 tahun bahkan bisa sanksi kebiri. “Penyidik polisi menggunakan KUHP. Mestinya yang dipakai adalah undang-undang perlindungan anak,” ujar Ancu.
Rano menambahkan, pasca pencabulan korban trauma dan tidak lagi masuk sekolah. Dia butuh dukungan moril, termasuk dari anggota DPRD Banggai.
Ketua Komisi 1 DPRD Banggai, Winancy Ndobe mengaku tidak bisa mengintervensi kepolisian. Yang bisa dilakukan dewan adalah mengundang instansi terkait, yang selanjutnya Pemda berkoordinasi dengan kepolisian. Sekretaris Komisi 1 DPRD Banggai, Bachtiar Pasman mengatakan, jangan hanya sebatas koordinasi. Sebab tidak bisa menjamin kasus itu ditindak lanjuti. Saran Bachtiar, aduan yang disampaikan kalangan aktivis ini bisa menjadi dasar dewan untuk menyurati Polres Banggai. (yan)

About uman