Home » Politik » Murad tak Paham Karakter Politik Lokal
Murad tak Paham Karakter Politik Lokal
Syahrin Taalek

Murad tak Paham Karakter Politik Lokal

LUWUK– Statemen Murad Nasir yang menyebut terlalu dini wacana pengganti almarhum Sudarto sebagai Wakil Gubernur Sulteng, diladeni. Menurut Syahrin Taalek, politisi senior tersebut tidak memahami karakter politik lokal. “Memang pak Murad orang Luwuk. Tapi dia tidak paham dengan karakter politik orang Luwuk yang begitu dinamis,” kata Syahrin, Sabtu (15/10).
Ketua PAC Partai Demokrat Kecamatan Luwuk ini yang pertama kali mewacanakan pengganti almarhum Sudarto. Bagi Syahrin, Ketua DPW PAN Provinsi Sulteng Oskar Paudi yang memiliki kans besar menjadi Wakil Gubernur Sulteng untuk mendampingi Longki Djanggola. Alasan Syahrin, selain PAN salah satu partai pengusung Longki’S (Longki-Sudarto) pada pilkada Sulteng 2015 juga refresentase dari wilayah timur.
Makanya ketika disodok Murad, Syahrin orang pertama yang meladeninya. Menurut Syahrin, Murad jangan terlihat kaku dalam mencermati wacana tersebut. Sebab sejak bergulir di koran, wacana itu dayung bersambut. Bahkan Longki Djanggola turut memberi pendapat. “Kalau durian ada musimnya. Tapi kalau politik, setiap saat musimnya. Silahkan maknai closing statemen saya ini,” kata Syahrin.
Sebelumnya, Murad yang juga mantan anggota DPR RI serta Ketua DPRD Sulteng dua periode ini menilai wacana tersebut terlalu dini. Bahkan saat berbincang-bincang usai salat Jumat di Masjid Agung An-Nur Luwuk kemarin, Murad menyebut politisi yang telah mewacanakan itu etika dan moral politiknya rendah.
“Meninggalnya pak Darto_sapaan akrab Sudarto, belum 40 hari. Masa sudah diwacanakan pengganti Wakil Gubernur Sulteng. Etika dan moral politik rendah bagi politisi yang telah menghembuskan wacana itu,” kata Murad. (yan)

About uman