Home » Berita Utama » Warga Resah, DPRD Panggil Bulog
Warga Resah, DPRD Panggil Bulog
Suharto Yinata

Warga Resah, DPRD Panggil Bulog

LUWUK– Kasus beras miskin (raskin) tak layak konsumsi, belum juga selesai. Kembali ditemukan beras bercampur warna hitam dan kondisi rusak ditemukan pada sejumlah desa di Kecamatan Luwuk Timur. Komisi 1 DPRD Banggai berniat memanggil pihak Bulog Divre Luwuk mengklarifikasinya.
Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Banggai, Suharto Yinata kepada sejumlah wartawan, Jumat (14/10), mengatakan, saat melakukan kunjungan kerja di Desa Boitan Banpres I dan Desa Pohi, Kecamatan Luwuk Timur ditemukan raskin yang tidak layak konsumsi. “Berasnya bercampur bercak hitam dan pecah-pecah. Baunya juga tidak sedap,” kata Suharto. Warga lanjut politikus Partai Hanura ini, sudah resah. Sebab kasus raskin tak layak konsumsi masih saja terjadi.
Ia berjanji menyikapi serius keluhan warga desa itu. Sehingga komisinya akan mengundang Dolog Luwuk untuk mengklarifikasi atas masih beredarnya raskin tak layak konsumsi tersebut. Suharto yakin tak hanya di desa Luwuk Timur yang terjadi seperti itu. Akan tetapi banyak desa mengalami hal serupa.
Pihaknya proaktif dengan persoalan ini. Sebab menyentuh langsung pada kebutuhan masyarakat. Hal ini tentu saja lanjut Suharto, erat kaitannya dengan visi misi pemerintahan bahwa mengedepankan pelayanan publik. “Memang partai saya tidak mendukung pada pilkada lalu. Tapi setelah menjadi bupati dan wakil bupati, punya keharusan membackup visi dan misi bupati dan wakil bupati Banggai,” kata Sekretaris DPC Partai Hanura Banggai ini.
Catatan koran ini, pada Rabu (5/10), warga Desa Jayabakti, Kecamatan Pagimana mengeluhkan yang berwarna dan beraroma tak sedap. Kemudian Kamis (6/10) giliran warga di Desa Bunga, Kecamatan Luwuk Utara yang mengeluhkan beras yang sejatinya dari pemerintah itu. Sebab, Selain kondisi beras yang kotor dan berwarna kusam kekuning-kuningan.
Saat dikonfirmasi, salah seorang petugas Bulog Divre Luwuk, Alpius, ketika melakukan penyaluran raskin di Desa Lambangan, Kecamatan Pagimana, mengakui, bahwa beras yang disalurkan saat itu adalah beras sisa bulan lalu yang berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan.  (yan)

About uman