Home » Kampus » Peningkatan Kualitas Dosen Terus Digenjot
Peningkatan Kualitas Dosen Terus Digenjot
Farid Haluti

Peningkatan Kualitas Dosen Terus Digenjot

LUWUK-Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) terus menggenjot peningkatan kualitas dosen di Indonesia.
Terbukti, agenda yang diikuti Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk, Farid Haluti, di dua tempat berbeda, masing-masing agenda Kopertis Wilayah IX Sulawesi di Makassar, yang menghadirkan Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemenristekdikti, Prof Ali Ghufron Mukti, Selasa (11/10), dan agenda Seminar Nasional Pasca Sarjana PTK seluruh Indonesia, di Gorontalo, yang juga melibatkan salah satu Dirjen Kemenristekdikti, tidak terlepas dari pembahasan terkait peningkatan kualitas tenaga pengajar melalui SDM yang mempuni.
“Di mana-mana, yang menjadi pembahasan utama itu adalah peningkatan SDM. Dan itu merupakan suatu keharusan, sebab dosen atau tenaga pengajar yang berkualitas dan memiliki SDM yang mempuni akan menghasilkan lulusan yang berkualitas ke depan,” ungkapnya, Rabu (12/10).
Meski sarana dan prasarana terpenuhi namun tidak memiliki SDM yang mumpuni, hal itu tidak akan menghasilkan lulusan sesuai dengan yang diharapkan.
“Sarana dan prasarana itu hanyalah penunjang. Untuk menghasilkan lulusan yang sesuai, makanya SDM itu yang harus ditingkatkan,” pungkasnya.
Terkait hal itu, lanjut Farid, progres Unismuh Luwuk ke depan adalah melakukan studi lanjut kepada dosen, khususnya Fakultas Teknik. Meningkatnya anino masyarakat terhadap Fakultas Teknik, akan berdampak pada tidak sesuai rasio dosen dan mahasiswa. “Untuk sekarang rasionya bisa terpenuhi. Namun untuk ke depannya kita akan sangat membutuhkan tenaga yang sesuai, mengingat anomo masyarakat kepada Fakultas Teknik itu juga semakin meningkat,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi keterbatasan tersebut, ia tidak hanya berpatokan kepada dosen yang ada, namun juga pada alumni. Menurutnya, jika ada alumni yang berprestasi dan memiliki kemauan, Unismuh Luwuk bersedia untuk mendorong alumni tersebut untuk melakukan studi lanjut S2. “Jika ada alumni yang bersedia, kita akan dorong untuk mengambil S2. Namun lagi-lagi, kebanyakan alumni kita di sini itu sudah habis terserap di tenaga kerja,” pungkasnya. (and)

About uman