Home » Berita Utama » Peran KPAI Masih Lemah
Peran KPAI Masih Lemah
Kepala BP3AKB Banggai, Wayan Suartika (tengah) saat memberikan keterangan terkait kinerja KPAI dalam penanganan kasus kekerasan terhadap anak, Selasa (11/10).

Peran KPAI Masih Lemah

LUWUK-Banyaknya kasus pencabulan anak dibawah umur di kabupaten Banggai dan tengah diproses penyidik unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Banggai ternyata belum sepenuhnya diketahui Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Banggai yang melekat di Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindugnan Anak dan KB (BP3AKB) Banggai.
Kepala BP3AKB, Wayan Suartika, saat dikonfirmasi mengenai sejumlah kasus kekerasan seksual yang tengah diproses polisi mengaku baru mengetahui adanya satu kasus pemerkosaan yang terjadi di kecamatan Batui. Ia juga mengungkapkan dalam kasus itu KPAI tengah melakukan pendampingan. Tapi, untuk kasus lainnya seperti pencabulan di kecamatan Nuhon, kasus pencabulan dan melarikan anak di Batui, hingga dugaan pelecehan seksual dari kecamatan Pagimana belum diketahuinya. “Kalau mereka tidak melapor, ya kita tidak tahu,” kata Wayan sebelum mengikuti rapat paripurna pembahasan KUA-PPAS Perubahan di Gedung DPRD Banggai, Selasa (11/10).
Soal tupoksi KPAI yang sejatinya harus jemput bola saat informasi kekerasan terhadap anak terjadi, Wayan mengatakan memang harusnya demikian. Hanya saja, pihaknya belum mendapatkan informasi itu, meskipun sejumlah media lokal telah memberitakan.“Sampai saat ini baru kasus di Batui itu yang kita dampingi, yang lain kita tidak tahu,” tekannya lagi.
Pendampingan semestinya berupa pengawalan penyelesaian kasus yang diproses kepolisian. Mulai dari bagaimana pemberlakuan penyidik dalam proses pemeriksaan hingga kasus tersebut naik ke meja hijau. “Tugas kita memang hanya sebatas pendampingan saja. Itupun kalau ada yang melapor,” pungkasnya.
Terpisah, Muh Akli Suong, salah satu dosen hukum Universitas Tompotika Luwuk menilai kinerja KPAI Banggai lemah. Utamanya dalam koordinasi dengan pihak kepolisian. Sejatinya, kata dia, jika kasus seperti itu sudah masuk ke Polres Banggai, KPAI  harus mengetahuinya. “Tapi semua bergantung koordinasi. Kalau koordinasi KPAI dengan Polres baik, saya yakin fungsi-fungsi itu akan berjalan baik. Tapi kalau begini maka ada yang harus diperbaiki. KPAI harusnya jemput bola,” kata Akli.
Ia menyarankan agar KPAI Banggai bisa aktif dalam perlindungan anak. Sebab, kasus kekerasan seksual terhadap anak di daerah ini semakin parah. Oleh karena itu peran dari KPAI dan BP3AKB harus dimaksimalkan. “Kalau mereka langganan koran pasti tahu perkembangan dan kasus-kasus yang ada. Mestinya bisa langsung disikapi. Tapi susah juga kalau cuma langganan terus tidak dibaca,” tandasnya.  Menurut Akli, peran pemerintah untuk menyelematkan generasi muda harus ditingkatkan. Sebab, kekerasan terhadap anak bisa berdampak buruk pada masa depan anak dan daerah ini.(van)

About uman