Home » Ekonomi » Penyerahan Aset ke PDAM Ditunda
Penyerahan Aset ke PDAM Ditunda
Asisten III Sekkab Banggai, Andi Jalaluddin saat memanggil honorer Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum membahas air Bulakan, Jumat (7/10). Senin (10/10) rapt itu kembali dilanjutkan tetapi berlangsung tertutup.

Penyerahan Aset ke PDAM Ditunda

LUWUK – Penyerahan sumber air Bulakan oleh pemerintah daerah ke PDAM Kabupaten Banggai, harus ditunda. Itu lantaran bersih-bersih pelanggan ilegal belum tuntas dilakukan Dinas Pekerjaan Umum.
Hal tersebut terlihat dari masih macetnya suplai air di Kantor Bupati Banggai pada Senin (10/10). Kecuali rumah jabatan Wakil Bupati Mustar Labolo. “Nanti sudah tertib baru diserahkan ke PDAM. Selama ini kan tidak resmi,” ujar Asisten III Sekkab Banggai, Andi Jalaluddin, saat ditemui seusai rapat terbatas bersama dengan Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, kemarin.
Andi menjelaskan, jaringan air bersih ilegal tersebut diambil langsung ke pipa induk, seharusnya dari resevoar atau bak penampung yang menyalurkan ke pelanggan. Sehingga harus ditertibkan terlebih dahulu sembari para pelanggan mengurus izin secara resmi di Bidang Cipta Karya.  “Salah pengambilannya karena langsung saluran induk, kecuali dari pipa kecil,” tegas Andi.
Terkait dengan pehotelan yang juga menjadi pelanggan ilegal, Andi menegaskan, juga harus ditertibak kemudian mesti menggunakan meteran jika nantinya mengantongi izin. “Bahkan, ada informasi sudah bisniskan itu seperti air galon. Itu juga harus ditertibkan,” ungkapnya.
Soal biaya pemasangan yang tak disetor ke kas daerah, Andi mengungkapkan, dana-dana dari pelanggan ilegal tersebut digunakan untuk perawatan. Jadi, tak dipermasalahkan lagi. “Biaya-biaya itu untuk pembelian aksesoris. Hanya salahnya, tidak ada izin, Cipta Karya selama ini tidak ambil pusing,” katanya.
Sebelumnya, Andi menyatakan, setelah air Bulakan dibangun, pengelolaan diserahkan ke PDAM Banggai. Namun, hingga saat ini aset daerah itu masih dikelola Bidang Cipta Karya. “Biaya perawatannya juga tidak dialokasikan,” katanya. (ali)

About uman