Home » Berita Utama » Persyaratan Sultim Paling Lengkap
Persyaratan Sultim Paling Lengkap
Basri Sono

Persyaratan Sultim Paling Lengkap

LUWUK—Koordinator Wilayah Forum Perjuangan Pembentukan Provinsi Sulawesi Timur (FP3 Sultim), Basri Sono, mengungkapkan, persyaratan pembentukan provinsi Sulawesi Timur paling lengkap dibanding calon Daerah Otonomi Baru (DOB) lainnya.
Ia mengatakan, mengacu hasil verifikasi yang dilakukan oleh Ditjen Otda Kemendagri tidak ada lagi persyaratan pembentukan provinsi Sulawesi Timur yang tercecer. “Semua sudah lengkap, paling  lengkap di antara semua calon daerah otonomi baru lainnya,” katanya.
Karena itu, Uwa-sapaan akrabnya-optimis jika pemerintah pusat membuka keran pemekaran, maka Sultim berada diperingkat pertama yang akan dimekarkan. “Pemekaran hanya terkendala anggaran. Jika masalah itu teratasi, maka tidak ada alasan bagi pemerintah pusat untuk tidak memekarkan provinsi Sultim,” tuturnya.
Ia juga sangat optimis, pembentukan provinsi Sulawesi Timur akan sangat berbeda dengan daerah otonomi baru lainnya baik ditingkat kabupaten maupun provinsi. Kata dia, dengan sumber daya alam yang melimpah, Sultim jika terbentuk tidak akan menyusahkan pemerintah pusat dan membebani pemerintah provinsi. “Daerah ini sangat kaya dengan sumber daya alam, belum sektor kelautan perikanan dan pariwisata. Jika dimekarkan daerah ini bisa hidup mandiri,” tuturnya.
Ia mengatakan, pemekaran provinsi Sulawesi Timur merupakan kebutuhan mendesak masyarakat di wilayah timur Sulawesi. Sebab, jika masih berada di bawah naungan pemerintah provinsi Sulteng, masyarakat di daerah ini kesulitan mendapatkan pelayanan yang optimal dari pemerintah. “Pemekaran wilayah merupakan bagian dari upaya meningkatkan kemampuan pemerintah daerah dalam memerpendek rentang kendali pemerintah. Pemekaran dapat meningkatkan efektifitas penyelenggaraan pemerintah dan pengelolaan pembangunan,“ tegasnya.
Terkait dengan komposisi Forum Tim Kerja Khusus FP3 Sultim di Jakarta yang didominasi tokoh Luwuk, Basri mengatakan, pihaknya sudah melakukan revisi dan mengeluarkan SK baru yakni SK Nomor 4 /Korwil /FP3 -ST/X/2016 tentang tim kerja khusus FP3 Sultim di Jakarta. Dimana Anggota DPD RI Nurmawati Bantilan dan Anggota DPR RI Ahmad Ali sebagai pengarah dan pembina bersama para mantan bupati di wilayah cakupan Sultim, yakni Ma’mun Amir, Sofhian Mile, Andi Muhammad, Damsik Ladjalani, Lania Laosa dan Haris Rengga.
Sedangkan para bupati aktif yakni Herwin Yatim, Anwar Hafid, Wenny Bukamo, Ahmad Lahay, Faizal Mang dan Timimor merupakan penasihat Tim Khusus pokja Jakarta. Tim yang diketuai Adikanrio Dayanun, itu, kata Basri, nantinya akan bertugas menyampaikan seluruh persyaratan pembentukan provinsi Sulawesi Timur sesuai dengan ketentuan perundangan undangan dan peraturan pemerintah yang berlaku tentang pembentukan DOB untuk diperjuangkan kepada Presiden RI melalui Mendagri, Ketua DPR RI maupun Ketua DPD RI.
Sementara itu, untuk finalisasi perjuangan pembentukan Provinsi Sultim di tingkat pemerintah pusat masih membutuhkan anggaran yang cukup besar. Diestimasi sekira Rp 1 miliar.  “Anggaran yang dibutuhkan memang cukup besar. Tapi ketika kita semua rakyat Sultim merapatkan barisan, saya yakin beban berat itu tidak terasa,” kata Ketua Tim Kerja Khusus FP3-Sultim, Adi Kanrio Dayanun yang dihubungi Luwuk Post via ponsel, Senin (10/10).
Mantan Kepala Otoritas Bandara Udara Wilayah I Soekarno Hatta ini mengatakan, tim ini terus melakukan penggalangan kekuatan di pusat. Diantaranya melaksanakan meeting atau pertemuan bersama semua masyarakat yang masuk cakupan wilayah Sultim. Begitu pula tim aktif berkoordinasi dengan lembaga berkompoten, yakni Kemendagri, DPR RI dan DPD RI.
Adi Kanrio mengakui dalam upaya finalisasi perjuangan aspirasi pembentukan DOB ini, tim akan melakukan penggalangan dana secara masal. “Saat ini kita tidak bisa terlalu berharap banyak kucuran anggaran dari pemerintah. Sebab pengawasan ekstra ketat. Jangan sampai hal-hal yang tidak diiginkan terjadi,” kata Adi Kanrio.
Ia optimis dengan kelengkapan administrasi, provinsi yang sudah sejak lama diperjuangkan itu akan segera terealisasi. (ris/yan)

About uman