Home » Metro Luwuk » Penyidik Periksa Satu Saksi
Penyidik Periksa Satu Saksi
Sopir mobil tangki air, Sahril Abby (47), saat diperiksa penyidik Satlantas Polres Banggai sesaat setelah kecelakaan maut terjadi, Rabu (6/10) lalu.

Penyidik Periksa Satu Saksi

LUWUK-Penyidik Satuan Lalulintas Polres Banggai sudah melakukan pemeriksaan saksi terhadap kasus kecelakaan maut yang terjadi di kilometer 8, Desa Bubung, Kecamatan Luwuk Selatan pada (6/10) pekan lalu.
“Sementara ini masih satu saksi diperiksa. Senin (hari ini_red) ada saksi lain juga dipanggil,” kata penyidik Satlantas, Sabtu (8/10) sembari mengeaskan, kasus ini tetap berjalan. Lagipula sopir mobil tangki air juga sudah ditahan.
Sementara itu Kasatlantas AKP Hankie Fuareputra menyatakan, sopir mobil tangki sudah ditetapkan sebagai tersangka. “Iya otomatis ditetapkan tersangka, tapi lebih jelasnya tanyakan penyidik,” katanya singkat.
Seperti diberitakan, kecelakaan maut terjadi di jalan Trans Sulawesi Desa Bubung, Kecamatan Luwuk Selatan, Kamis (6/9) sekira pukul 11.45 Wita. Satu orang tewas di tempat kejadian perkara (TKP) yakni Jois Kamau (25), warga Kampung Baru Desa Bubung, Kecamatan Luwuk Selatan. Lakalantas itu terbilang tragis. Pasalnya, kepala korban tergilas ban belakang mobil tangki dengan muatan sekira 8 ton air bersih. Warga setempat bahkan tidak berani mengevakuasi korban, karena kondisinya yang mengenaskan. Korban hanya ditutup menggunakan daun pisang hampir sekira 20 menit sambil menunggu polisi tiba di lokasi.
Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, korban mengendarai sepeda motor Yamaha Scorpio warna hitam tanpa nomor kendaraan diduga melaju kencang dari arah Luwuk menuju Nambo. Dengan arah yang sama, sebuah mobil tangki air merek Isuzu berwarna putih, dengan nomor DN 8646 CF yang dikendarai Sahril Abby (47) warga Desa Lumpoknyo, Kecamatan Luwuk.
Saat itu, Sahril yang mengemudi dengan kecepatan sedang ingin berbelok arah ke sebelah kanan. Tiba-tiba dari arah belakang mobil, sepeda motor yang dikendarai korban melaju dan bermaksud ingin mendahului mobil tangki. Namun, niat korban tak bisa terhindarkan ketika mobil sudah berbelok ke kanan. Akibatnya, korban menabrak ban belakang bagian kanan mobil dan jatuh tepat di depan ban belakang tersebut.
Saat kejadian Syahril  tidak sadar bahwa ada seseorang yang jatuh dan telah terkapar di ban belakang mobilnya. Syahril pun masih menekan gas dan menggilas kepala korban. Tiba-tiba terdengar suara ledakan besar. Padahal ledakan itu adalah kepala korban yang pecah.(awi)

About uman