Home » Metro Luwuk » Kapolres Janji Tuntaskan Kasus Mengendap
Kapolres Janji Tuntaskan Kasus Mengendap
Sejumlah awak media ketika mewawancarai Kapolres Banggai AKBP Benni Baehaki Rustandi, di sela-sela acara pisah sambut Kapolres lama dan baru di Mapolres Banggai, Sabtu (8/10).

Kapolres Janji Tuntaskan Kasus Mengendap

“Kalau memang itu terbukti nanti ada unsur pidana, tentunya nanti akan kami proses. Bila tidak, maka tidak dipaksakan untuk dilakukan persidangan,” Kapolres Banggai AKBP Benni Baehaki Rustandi”

LUWUK-Kepergian AKBP Jamaludin Farti meninggalkan ‘jejak hitam’ bagi Kapolres Banggai baru yakni, AKBP Benni Baehaki Rustandi. Pasalnya, ada beberapa kasus korupsi yang belum juga tuntas di tangan Jamaludin. Seperti kasus dugaan korupsi master plan dan studi kelayakan segmen Bubung-Simpong, kemudian kasus korupsi DME/DVOR bandara Syukuran Aminuddin Amir. Padahal kasus-kasus ini sudah lama mengendap dimeja penyidik, khususnya kasus DVOR yang sudah berganti Kapolres ketiga dan Kasat Reskrim yang ke empat.
Kapolres Banggai AKBP Benni Baehaki Rustandi saat ditanya persoalan tersebut menyatakan, pihaknya akan pelajari kembali kasus-kasus tersebut, dan disesuaikan dengan aturan yang ada.
“Kalau memang itu terbukti nanti ada unsur pidana, tentunya nanti akan kami proses. Bila tidak, maka tidak dipaksakan untuk dilakukan persidangan,” tandasnya saat ditanya awak media di sela-sela acara pisah sambut Kapolres yang lama dengan Kapolres baru di Mapolres Banggai, Sabtu (7/10).
Sebelumnya, Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Banggai masih fokus menghitung kerugian negara akibat dugaan penyimpangan proyek penyusunan master plan dan studi kelayakan pengembangan pesisir kota untuk segmen Bubung dan segmen Simpong di Dinas Perumahan Tata Kota dan Ruang (Dispetarung) Kabupaten Banggai.
Kasat Reskrim Polres Banggai, AKP Egidio F Alfamantar, menyatakan, pihaknya akan melibatkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sulteng untuk menghitung total kerugian negara dalam kasus itu. “Nanti kami akan lakukan gelar perkara menghitung kerugian negara di Polda Sulteng,” katanya, Rabu (5/10) lalu, di ruang kerjanya.
Sementara untuk kasus DME/DVOR bandara Syukuran Aminuddin Amir, berkas kasusnya sudah pernah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Banggai, namun dikembalikan dengan alasan belum lengkap. Sejauh ini, Satuan Reskrim Polres Banggai tengah memenuhi permintaan Jaksa untuk melengkapi berkas perkara.(awi)

About uman