Home » Berita Utama » Good Job Satres Narkoba !
Good Job Satres Narkoba !
Kasat Narkoba Polres Banggai, Iptu Chandra (kemeja putih), bersama anggotanya mengamankan 69.833 butir narkoba jenis THD dan Dextro, dari pasangan suami istri yang tinggal di jalan Pulau Nias, Kelurahan Jole, Kecamatan Luwuk Selatan, Senin (10/10). Ini jumlah obat terlarang terbanyak yang diamankan Sat Narkoba Polres Banggai.

Good Job Satres Narkoba !

LUWUK-Belum sepekan menjabat sebagai Kapolres Banggai, AKBP Benni Baehaki Rustandi mendapat kado spesial dari Satuan Reserse (Satres) Narkoba. Satuan yang dipimpin Iptu Chandra itu berhasil mengamankan 69.833 butir narkotika jenis THD dan Dextro, Senin (10/10) sekira pukul 12.30 Wita, di jalan Pulau Nias, Kelurahan Jole, Kecamatan Luwuk Selatan.
Informasi yang dihimpun, personil Satres Narkoba Polres Banggai menggeledah sebuah rumah papan. Dari rumah papan itu ditemukan 69.833 butir (44.783 THD dan 25.050 Dextro). Sementara pelaku yang merupakan pasangan suami istri (pasutri) Nurjaman alias Boy (37) dan Darmina Indriani alias Indri (33) juga diamankan polisi.
Keberhasilan Satres Narkoba itu bermula saat menangkap seorang penyalahguna narkoba, Anis Bilalu (24). Saat itu, Anis menggunakan sepeda motor dan hendak ke rumah Indri. Anis ingin membeli obat dextro. Tapi sebelum tiba, Anis sudah dicegat polisi. Anis pun langsung diamankan. Polisi lalu menyuruh Anis untuk menunjukan rumah Indri. Sambil mengikuti petunjuk Anis polisi berjalan kaki sejauh 100 meter dari lokasi penangkapan Anis. Setibanya di rumah berwarna biru itu polisi melakukan pemeriksaan. Terbukti, ada puluhan ribu THD dan Dextro.
Kasat Narkoba Polres Banggai Iptu Chandra menyatakan, operasi itu merupakan penangkapan terbesar. Sebelumnya hanya 34.000 butir THD dan Dextro. Kata dia, saat dilakukan penangkapan, Boy tidak berada di rumahnya, hanya istrinya. Setelah istrinya dibawa ke Mapolres Banggai barulah Boy datang menyerahkan diri. “Barang bukti dan kedua pelaku sudah diamankan untuk pengembangan penyelidikan,” katanya, Senin (10/10). Kata dia, omzet yang diperoleh pelaku bisa mencapai ratusan juta rupiah.
Sementara itu, Indri saat ditanya wartawan menyatakan, sudah hampir 3 bulan dirinya berbisnis barang haram itu. “Kalau dextro, saya jual Rp10 ribu untuk 10 butir. Sementara THD Rp10 ribu 6 butir,” tuturnya.
Ibu dua anak ini mengaku, suaminya hanya menitipkan untuk dijual. “Habis itu saya tidak tahu suami saya kemana,” tutur Indri terpaku malu.
Amatan Luwuk Post ada yang unik dari penangkapan tersebut. Pasalnya, Anis Bilalu yang dinyatakan sebagai saksi dalam kasus ini tidak memiliki tempat tinggal. Padahal pria asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah itu sudah 3 tahun mendiami kota Luwuk. “Saya tidak ada tempat tinggal pak. Saya masih cari-cari ini pak. Sudah tiga tahun saya di Luwuk,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Banggai AKBP Benni Baehaki Rustandi menegaskan peredaran narkoba adalah masalah nasional, bukan hanya di Kabupaten Banggai saja. Kata dia, Presiden Joko Widodo sudah menegaskan narkoba adalah musuh bersama bangsa Indonesia. “Kami akan ikuti perintah pimpinan tertinggi untuk kita perang melawan narkoba,” tegasnya, Sabtu (8/10).
Dikatakan, tidak ada alasan apapun untuk tidak menyatakan perang melawan narkoba, karena barang haram itu sangat nyata merusak generasi muda Indonesia.
Terpisah, Kasat Reserse Narkoba Polres Banggai Iptu Chandra mengaku, pihaknya terkendala persoalan finansial untuk membasmi narkoba di wilayah Kabupaten Banggai. “Kami berharap ada sinergitas antara Pemda dan Polres dalam hal pemberantasan narkoba,” katanya, kemarin.(awi)

About uman