Home » Metro Luwuk » Minim Anggaran, hanya Andalkan Semangat
Minim Anggaran, hanya Andalkan Semangat
Kasat Narkoba, Iptu Chandra (kiri) dan KBO Satres Narkoba Polres Banggai, Ipda Arifin Utina, berfoto dengan senyuman seraya menunjukan ke publik tentang semangat mereka memberantas narkoba di Kabupaten Banggai, meski minim anggaran.

Minim Anggaran, hanya Andalkan Semangat

Tidak mudah memberantas narkoba di Kabupaten Banggai. Butuh sinergitas diantara semua lembaga, baik itu segi pemikiran, dukungan moral maupun materi. Sebab, hanya dengan kerjasama itu, narkoba bisa dibumihangsukan.

Laporan, Asnawi Zikri/Luwuk Post

Peredaran narkoba di Kabupaten Banggai cukup masif. Berdasarkan data sejak Januari hingga September 2016, sekira 80 lebih, kasus narkoba saat ini ditangani Satuan Reserse Narkoba Polres Banggai. Sebagian sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Banggai, sementara sisanya masih dalam tahap pemeriksaan. Bahkan ada beberapa kasus yang masih menuggu hasil laboratorium forensik, Makassar.
Pencapaian itu tentu tidak mudah. Butuh dedikasi dan loyalitas tinggi kepada bangsa dan negara, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Banggai agar masyarakat tidak lagi dihantui dengan ancaman bahaya narkoba.
Namun dibalik pemberantasan narkoba di Kabupaten Banggai, Satuan Reserse Narkoba Polres Banggai yang dinahkodai Iptu Chandra justru dihadapai dengan persoalan finansial yang minim. Akibatnya, mulai dari pengintaian, penangkapan, pemeriksaan hingga persidangan kurang berjalan makismal sesuai harapan masyarakat. Ironisnya, anggota Satuan Narkoba selalu dikejar dengan tanggat waktu, karena masih banyak lagi kasus-kasus lain yang mengantri.
“Susah juga kami kerja, kalau kurang anggaranya. Sementara kami selalu didesak publik untuk bekerja maksimal,” kata Kasat Reserse Narkoba Polres Banggai, Iptu Chandra, belum lama ini.
Tidak banyak biaya pribadi yang digunakan demi kelancaran operasional tugas mereka. Mulai dari sering informasi, pengintaian hingga penangkapan. Bahkan yang paling munguras isi dompet adalah ketika membawa barang bukti narkoba untuk dites di Laboratorium Forensik Makassar (Sulsel). Sebab hasil Laboratorium Forensik merupakan syarat kasus narkoba dilanjutkan. “Mau tidak mau kami harus ke Makassar, sementara tidak ada biaya yang tersedia. Jadi kamu gunakan uang pribadi agar proses kasus itu cepat tuntas. Tapi terkadang kami titip ke beberapa anggota yang ingin ke Makassar, jadi biaya tidak lagi keluar,” tuturnya dengan senyum.
Sementara itu, di Kabupaten Banggai hanya memiliki Badan Narkotika Kabupaten (BNK) yang tupokisnya hanya memfasilitasi pelaku penyalahgunaan narkoba untuk direhabilitasi. Tugas Satuan Reserse Narkoba Polres Banggai itu akan terbantu jika ada Badan Narkotika Nasional (BNN), karena tupoksianya sama. Mulai dari pengintaian, penangkapan, pemeriksaan serta mengawal hingga ke meka hijau. “Kalau BNN-kan anggaranya langsung dari pusat. Jadi kalau ada BNN dan Satres Narkoba pasti akan lebih maksimal hasilnya. Dan dijamin bandar-bandar narkoba akan takut menjalankan bisnis haramnya,” beber perwira berbadan tegap itu.
Meski demikian, Iptu Chandra dan seluruh personil Satuan Reserse Narkoba Polres Banggai akan membuktikan ke publik bahwa, walaupun memiliki keterbatasan finansial, mereka dengan bermodalkan semangat juang yang tinggi akan menyelamatkan masyarakat dari lingkaran bahaya narkoba, khususnya bagi generasi penerus bangsa. Apalagi narkoba yang mengakar hingga ke kalangan remaja bahkan para pelajar. “Kami ini hanya loyalitas dan semangat yang diunggulkan untuk membetantas narkoba,” tandas Chandra.
Amatan Luwuk Post, ruangan Satuan Reserse Narkoba Polres Banggai terbilang sempit. Meski sudah dipasang AC, tetap saja terasa panas. Selain itu konstruksi bangunannya belum direhab. Akibatnya plafon ruangan mulai termakan usia. Sudah seharusnya ruangan tersebut diperhatikan, minimal direhab agar kerja-kerja anggota Satres Narkoba terasa nyaman.(*)

About uman