Home » Banggai Kepulauan » KPU Tetap Ngotot
KPU Tetap Ngotot
BAKRI ARIFA

KPU Tetap Ngotot

SALAKAN– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangkep tak mau goyah dengan desakan agar uji bebas narkoba kembali dilakukan terhadap semua pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bangkep. Bahkan KPU Bangkep, mempersilahkan kepada pihak-pihak yang masih kurang puas dengan keputusan KPU untuk menggunakan jalur hukum.
“KPU tetap akan menjadikan hasil pemeriksaan dari Badan Narkoba Kabupaten (BNK) Bangkep sebagai pegangan. Jika ada yang ingin menempuh jalur hukum silahkan, tetapi kami tetap berpegang pada hasil BNK Bangkep,” ungkap Ketua KPU Bangkep, Tamin SPD Msi, belum lama ini.
Ditegaskan, tahapan uji bebas narkoba dan kesehatan sebagaimana yang diatur dalam PKPU telah selesai. KPU terang Tamin, tidak memiliki rujukan aturan untuk  melakukan uji bebas narkoba ulang terhadap semua kandidat.  “KPU bekerja berdasarkan tahapan yang diatur dalam PKPU. Tahapan itu telah lewat jadi tak mungkin akan dilakukan kembali. Apalagi KPU harus menghadapi beberapa tahapan pemilukada lainnya. KPU bekerja panduan PKPU,” terang Tamin.
Sebelumnya, tersiar kabar ada dugaan diantara para kandidat calon bupati dan wakil hupati yang merupakan pencandu narkoba. Ini membuat sejumlah pihak memertanyakan keputusan BBN Bangkep dan KPU yang hanya menjadikan sampel tes urine sebagai bahan pengujian. Padahal wacana sebelumnya, uji bebas narkoba akan dilakukan dengan sampel urine, darat dan rambut.
Batalnya uji bebas narkoba dengan menggunakan sampel darah dan rambut telah diklarifikasi oleh KPU dan BBK Bangkep.
Menurut mereka pembatalan penggunaan darah dan rambut untuk uji bebas narkoba, karena mesin pengujinya sedang mengalami kerusakan. Meski begitu, KPU yakin jika uji bebas narkoba dengan menggunakan sampel urine tidak bertentang dengan aturan.
Sementara itu, desakan kepada KPU Bangkep agar dapat melakukan uji bebas narkoba kembali terus mengalir. Menyusul ketua DPC Hanura Bangkep, Jufri Hermawan dan politisi Partai Golkar Masbar Dj Maluna, yang sudah melakukan somasi kepada pihak KPU, desakan dari berbagai pihak terus bermunculan.
Tokoh pemuda Salakan, Bakri Arifa, salah satu yang menyuarakan desakan tersebut. Alasannya untuk mendesak KPU dari Bakri, tak jauh berbeda dengan yang diutarakan Jufri dan Masbar.
Bakri kepada wartawan Selasa lalu, menyatakan sangat meragukan hasil tes bebas narkoba dengan sampel urine. “Itu tak akurat. Harusnya lebih detail lagi uji bebas narkobanya. Saya setuju jika yang diuji adalah rambut dan darah. Ini pemilihan pimpinan Daerah, jadi mestinya harus lebih selektif,” ungkap Bakri.
Terkait itu, sejumlah pihak dikabarkan akan menggelar unjuk rasa untuk mendesak KPU agar tetap melakukan uji bebas narkoba kembali. Salah satu elemen yang dikabarkan akan mendesak KPU itu, yakni Aliansi Pemantau Demokrasi (APD) Bangkep. Dari informasi yang berhasil dihimpun wartawan, APD rencananya akan menggelar unjuk rasa pada Senin pekan depan. (wan)

About uman