Home » Torang p Sekolah » Kita Sedang Dilanda Krisis Membaca
Kita Sedang Dilanda Krisis Membaca
Pemateri Liam Gogali bersama Panitia Workshop Kepenulisan foto bersama selepas Workshop Hari Pertama.

Kita Sedang Dilanda Krisis Membaca

LUWUK– Data dari United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) atau Organisasi Pendidikan Ilmiah dan Kebudayaan PBB, pada 2012, indeks minat membaca masyarakat Indonesia baru mencapai angka 0,001. Artinya, dari setiap 1.000 orang Indonesia hanya ada 1 orang saja yang punya minat baca. Sedangkan membaca membawa banyak manfaat bagi masyarakat khususnya anak-anak.
Lian Gogali dalam materi workshop kepenulisan mengatakan, dengan membaca anak-anak bisa ke tempat lain, tidak hanya stagnan di tempat. Bisa membayangakn tempat lain yang belum pernah mereka kunjungi. Dari Lian Gogali yang merupakan aktivis perempuan Poso dan pegiat literasi di Poso juga mengatakan fakta yang cukup mengejutkan. Dimana, kata dia, sebuah penelitian menyebutkan masyarakat Indonesia menghabiskan 300 menit untuk menonton dan 15 menit untuk membaca dalam sehari.
Pantas saja jika banyak pelajar yang mencontoh lagak yang tak baik dari adegan film yang mereka tonton. Di hadapan peserta yang mayoritasnya sebagai guru, Liam mengatakan literasi tidak hanya membaca tapi juga menulis. Tidak banyak guru yang masih menulis karena sudah mengahapal materi yang akan diajarkan, dengan memohon maaf terlebih dahulu dia mengatakan kebiasaan mengahapal materi yang terus berulang membuat cara mengajar guru cenderung menjadi stagnan. Dengan menulis guru bisa lebih kreatif dalam mengajar.
Masih dalam kegiatan yang sama, dia juga menyatakan pendapatnya tentang program literasi yang dicanangkan oleh pemerintah daerah. Menurutnya program literasi harus didukung oleh fasilitas yang memadai, seperti disediakannya toko-toko buku untuk membeli buku. “Akan lebih baik lagi jika misalnya disetiap kota ini terdapat toko buku yang menyediakan buku bacaan bagi masyarakat kota ini,” ujarnya. (kha)

About uman