Home » Berita Utama » Lima DPO Polres Masih Gentayangan
Lima DPO Polres Masih Gentayangan
Polres Banggai belum juga menemukan para DPO yang sudah menghilangkan nyawa seseorang. Tampak rekonstruksi kasus pembunuhan Daeng, di Kelurahan Soho sebagai lokasi pengganti, beberapa waktu lalu.

Lima DPO Polres Masih Gentayangan

LUWUK-Sudah cukup lama lima DPO Polres Banggai bebas menghirup udara segar. Padahal tindakan yang mereka lakukan sudah menghilangkan nyawa seseorang. Kelima DPO terkait beberapa kasus pembunuhan sadis. Misalnya, kasus pembunuhan Muhammad Arif alias Daeng (42) di Desa Mekar Jaya Kecamatan Toili, kasus pembakaran pasangan suami istri di Desa Bahari Makmur Kecamatan Lamala, serta kasus pencurian kendaraan  bermotor (curanmor) sebanyak 17 unit, belum lama ini.
Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, dari ketiga kasus itu, ada 5 yang dinyatakan DPO, yakni 2 orang kasus pembunuhan Toili, 1 pembunuhan Lamala dan 2 pelaku curanmor. Namun hingga saat ini, belum ada hasil dari upaya Polres Banggai agar kelima DPO diproses secara hukum.
Kasat Reskrim Polres Banggai, AKP Edigio F Alfamantar menyatakan, belum menerima informasi keberadaan DPO. Namun kata dia, seluruh Polsek sudah disurati agar segera mencari keberadaan DPO. “Kalau ada informasi yang pasti, kami langsung turun lapangan,” katanya, Rabu (5/10).
Dikatakan, Satuan Reserse Kriminal Polres Banggai mengalami keterbatasan finansial dalam mengungkap kasus-kasus yang masuk. Apalagi harus fokus melacak keberadaan DPO. “Kami hanya menunggu kepastian, dimana lokasi DPO maka kami lakukan penangkapan. Sebab anggaran kami sedikit. Tapi saya berterima kasih karena sudah diingatkan,” tandas Edigio.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membantu kerja-kerja polisi. Jika mengetahui keberadaan DPO, diharapkan segera menghubungi kantor polisi terdekat. “Kita saling memberi informasi,” harapnya.
Sekedar diketahui  kasus pembunuhan Muhgammad Arif alias Daeng, hanya satu yang ditetapkan sebagai tersangka, Siti alias mama Rita (42) yang merupakan istri korban. Padahal dari rekonstruksi pembunuhan terungkap, bahwa Siti tak sendiri. Siti dibantu oleh Mahsun dan H Suleman yang saat ini masih buron.
Meski demikian, Siti sudah divonis bersalah oleh Hakim Pengadilan Negeri Luwuk dan sudah menjalani hukuman penjara di Lapas Kelas IIB Luwuk.
Sementara untuk kasus pembakaran suami istri, Sutiono (40) dan Dakwatul Koimah (36) di Desa Bahari Makmur, Kecamatan Lamala, belum ada satupun yang ditetapkan sebagai tersangka. Hanya saja penyidik sudah memeriksa 8 orang saksi. Dari pengakun saksi, istri kedua korban diduga sebagai pelaku utama dalam kasus tersebut.(awi)

About uman