Home » Berita Utama » Jalan Rusak, Tak Ada Jaringan Telekomunikasi dan Listrik
Jalan Rusak, Tak Ada Jaringan Telekomunikasi dan Listrik
Salah seorang warga melewati jembatan di Desa Ondo-ondolu dengan menggunakan sepeda motor, Selasa (4/10). Dari empat jembatan di wilayah itu, hanya satu yang masih layak untuk dilewati.

Jalan Rusak, Tak Ada Jaringan Telekomunikasi dan Listrik

Dekat pusat investasi minyak dan gas, tak membuat Desa Ondo-ondolu dan Ondo-ondolu I disentuh pembangunan. Terutama pembangunan infrastruktur.

Catatan: Alisan/Luwuk Post

Hamparan perkebunan sawit milik perusahaan yang  menghijau di antara hutan belantara dan perkebunan terlihat hampir sepanjang perjalanan menuju dua desa itu, Selasa siang (4/10).
Angin sepoi-sepoi menyusup melalui kaca mobil yang hanya terbuka separo, menambah energi untuk menyusuri desa yang berada di Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai itu.
Di sisi kiri dan kanan sesekali sepeda motor milik warga kedua desa berjuang menaklukan jalan terjal.
Beberapa kali terlihat anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar dengan polosnya mengancungkan hormat kepada rombongan yang saya ikuti. Mereka tak menghiraukan debu yang membumbung akibat ban mobil melindas jalan tak beraspal. Rumah-rumah warga di kawasan itu tidak berbaris rapi. Jarak antara rumah satu dengan yang lain cukup jarang.
Sekira 17,2 kilometer, jalan di sana rusak parah. Sangat parah. Batu-batuan berukuran sekepal tangan orang dewasa berjejal di jalanan. Seolah menggambarkan kehidupan masyarakat yang jauh dari sentuhan pembangunan.
Untung saja, kemarin cuaca mendukung perjalanan yang sebenarnya singkat itu. Tak bisa dibayangkan jika hujan mengguyur. Jalan desa itu akan benar benar sulit dilalui kendaraan beroda empat.
Untuk menuju dua desa ini, ada empat jembatan yang dilewati. Ironinya, hanya satu yang terlihat layak atau tidak gampang roboh. Ketika meniti di jembatan, perasaan seperti diaduk-aduk. Lebih-lebih kalau melihat ke bawah, yang hanya dialiri air sungai yang dangkal. Jika melihat ke depan, bukannya beton yang menjadi tumpuan mobil, tapi papan yang reot.
Akhir tahun ini semestinya jalan di dua desa yang dihuni sekira 1.500 jiwa itu, sudah tersentuh program peningkatan kualitas atau minimal kegiatan rehabilitasi. Tapi, sayangnya, paket proyek untuk jalan kedua desa itu terkena imbas pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) sekira Rp 158 miliar.  “Anggarannya itu Rp 5 miliar untuk pembangunan jalan menuju Desa Ondo-ondolu,” ucap Wakil Bupati Banggai, Mustar Labolo.
Padahal, warga setempat sangat berharap kegiatan rehabilitasi jalan itu sudah direalisasikan tahun ini. Kesabaran mereka untuk mendarat di jalan yang layak sudah lama dipendam. Pasalnya, dengan jalan rusak ongkos transportasi menjadi mahal, sehingga berdampak pada mobilisasi barang maupun hasil pertanian warga.
“Tiap tahun kami usulkan melalui Musrenbang, tapi tidak kunjung direalisasikan. Kami usulkan itu, normalisasi sungai, listrik, dan perbaikan jalan,” tutur Sekretaris Desa Ondo-ondolu, Asep Hendra.
Tak hanya jalan. Bagi Anda yang terbiasa menggunakan smartphone, jangan harap notifikasi BlackBerry Messenger, whatsApp, instagram, twitter atau path terdengar. Di sana jaringan telepon telekomunikasi tak ada. Listrik pun demikian. Ironi pemukiman di wilayah dengan beragam investasi triliunan. (*)

About uman