Home » Berita Utama » Jaksa Dalami Kasus PT BS
Jaksa Dalami Kasus PT BS
Arifuddin Achmad

Jaksa Dalami Kasus PT BS

LUWUK-Karut-marut pengelolaan anggaran yang dilakukan PT Banggai Sejahtera (BS) di bawah kepemimpinan Bosman Lanusi tak hanya diseriusi Panitia Khusus (Pansus) DPRD Banggai. Persoalan itu juga tengah diseriusi Kejaksaan Negeri Banggai dan sudah dipastikan masuk agenda penyelidikan korps baju cokelat.
Kasi Intel Kejari Banggai, Arifuddin Achmad SH, mengungkapkan proses pengumpulan data telah dilakukan bagian Intel dan kini hasil permintaan keterangan dan data-data pendukung sudah dilimpahkan ke Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus).
“Proses pengumpulan data di kita (Intel,red) sudah selesai. Hari ini (kemarin,red) berkasnya kita limpahkan ke Pidsus untuk ditindaklanjuti,” kata Arifuddin, Senin (3/10).
Meski begitu, Arifuddin enggan menjelaskan lebih dalam soal data-data yang sudah dikumpulkan. Ia hanya mengatakan bahwa dalam pengumpulan data, Jaksa telah meminta keterangan dari enam orang, termasuk Direktur PT BS. “Nanti untuk penyelidikan lanjut akan dilakukan Pidsus. Terkait kasus itu bisa naik ke tingkat penyidikan atau tidak bergantung pada hasil penyelidikan,” tuturnya.
Selain Bosman Lanusi, yang telah menjalani pemeriksaan Jaksa adalah Direktur PT Banggai Karya Sejahtera, Erik Lauw. Pria yang juga menjabat sebagai dosen di Universitas Tompotika itu mengaku sudah menjalani pemeriksaan. Ia bahkan berharap keterangan yang diberikan sudah cukup untuk kepentingan pemeriksaan. “Sudah pernah sekali. Saya berharap itu sudah cukup karena saya sudah sampaikan semua yang saya tahu,” ungkapnya beberapa waktu lalu.
Informasi yang berkembang menyebutkan bahwa kejaksaan mulai fokus pada pendalaman materi pemeriksaan saksi hingga kasus itu dilimpahkan ke Pidsus. Seperti diketahui, pemeriksaan dilakukan kejaksaan setelah pansus DPRD melakukan penelusuran pengelolaan PT Banggai Sejahtera yang dianggap sudah tidak sesuai dengan tujuan pendiriannya. Termasuk adanya penyertaan modal sebesar Rp495 juta tanpa sepengetahuan para wakil rakyat. Parahnya, anggaran itu diduga kuat telah habis digunakan untuk kebutuhan operasional.(van)

About uman