Home » Berita Utama » Biaya Semester Picu Demonstrasi Mahasiswa
Biaya Semester Picu Demonstrasi Mahasiswa
Rektor Universitas Tompotika (Untika) Luwuk, Musdar M. Amin, menemui sejumlah mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi di pelataran gedung FKIP, Jumat (30/9). Mereka menolak kebijakan rektorat yang membatasi waktu pembayaran uang semester mahasiswa.

Biaya Semester Picu Demonstrasi Mahasiswa

LUWUK-Kebijakan rektorat Universitas Tompotika (Untika) Luwuk, yang membatasi waktu pembayaran uang semester hingga 30 September 2016, memicu aksi demonstrasi sejumlah mahasiswa di pelataran gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
Sejumlah mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi tersebut dalam orasinya menolak dengan keras kebijakan Rektorat, karena dinilai telah membatasi pendidikan bagi mahasiswa yang notabenenya memiliki taraf ekonomi menengah ke bawah.
“Kebijakan itu secara tidak langsung mencekik mahasiswa yang orang tuanya  rata-rata sebagai petani, buruh, dan nelayan,” ungkap salah seorang mahasiswa saat berorasi.
Menurut mereka, jika mahasiswa tidak dapat menyelesaikan pembayaran biaya semester hingga batas waktu yang telah ditetapkan, maka mahasiswa tersebut akan dianggap cuti, atau tidak aktif selama satu semester. “Ini bukan kebijakan yang pro peningkatan dengan pendidikan di negara ini,” jelas mereka.
Sementara itu, di tengah aksi demonstrasi mahasiswa, sejumlah jajaran pimpinan Untika Luwuk, seperti Rektor, Musdar M. Amin, Wakil Rektor II, Taufik Bidula, Wakil Rektor III, Hamdin Husin, dan beberapa dekan fakultas menghampiri barisan demonstrasi untuk menenangkan mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Musdar M. Amin berjanji akan memberikan kebijakan kepada mahasiswa yang belum dapat melunasi biaya semester hingga batas waktu yang telah ditetapkan. “Jika belum mampu untuk membayar, kita akan berikan kebijakan,” jelasnya kepada mahasiswa.
Musdar M. Amin juga menjelaskan beberapa program yang dapat membantu mahasiswa kurang mampu. Salah satunya adalah, mahasiswa yang kurang mampu namun berprestasi bisa diikutkan dalam program bidik misi. “Dari Kopertis kita diberi kuota tujuh orang mahasiswa untuk beasiswa bidik misi. Saat ini kita sedang mencari mahasiswa yang kurang mampu dan juga berprestasi untuk kita masukkan di program beasiswa itu,” jelasnya. Diskusi sekira 15 menit itu menemukan kesepakatan dialog antara mahasiswa dan pimpinan Untika Luwuk yang akan dilakukan pada hari Senin (3/10). (and)

About uman