Home » Berita Utama » Banggai dan Bangkep Malas Promosi
Banggai dan Bangkep Malas Promosi
Pantai Pasir Putih di Desa Pasir Putih, Kecamatan Banggai, Kabupaten Banggai Laut. Kunjungan wisatawan di Kabupaten Banggai Laut per Agustus 2016 menembus 9.375 orang.

Banggai dan Bangkep Malas Promosi

MEMILIKI anggaran yang besar, belum mampu mendorong kinerja pariwisata Kabupaten Banggai dan Banggai Kepulauan. Bahkan, data kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik pun tak dikantongi. Padahal, angka-angka itu bisa menjadi tolok ukur.
“Kami tidak pernah mengetahui angka kedatangan turis. Kalau pun ada turis yang datang mereka tidak pernah melapor,” kata Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Bangkep, Sartono, Kamis (29/9).
Sartono menyadari, tugas tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab instansi terkait. Sartono bahkan mengakui tidak maksimalnya kerja-kerja yang dilakukan Dinas Pariwisata beberapa tahun terakhir ini.
“Bagaimana mau maksimal kalau tiap tahun kepala dinasnya diganti. Yang satu baru mau merancang terobosan eh keburu diganti. Kepala dinas selanjutnya baru akan melaksanakan program juga keburu diganti. Jadi bagaimana mau maksimal?” keluhnya.
Kondisi itu jelas memengaruhi kinerja Dinas Pariwisata. Belum lagi ketika tidak sinkronnya program antara kepala dinas. Di sisi lain, anggaran juga menjadi penyebabnya.
“Bagaimana kami bisa meningkatkan kualitas pariwisata yang ada kalau anggaran tak pernah lolos dari pemangkasan. Bahkan setiap tahun mencapai 80 persen,” bebernya.
Soal data-data itu, juga terjadi di Kabupaten Banggai. Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf), Muhamad Yamin Datu Adam pada Agustus lalu, mengakui, untuk data kunjungan wisatawan tahun 2015 pihaknya masih menunggu dari perhotelan. Namun, setelah dikroscek, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banggai pun tak menyajikannya. Kondisi itu pun menuai reaksi dari parlemen.
“Kami harapkan Dinas Pariwisata menginventarisir data objek parisiwisata dan kunjungan wisatawan mancegara dan domestik. Agar betul-betul terdata. Terus lebih progresif promosikan pariwisata di daerah ini seperti lewat media sosial internet dan sebagainya,” tandas anggota Komisi III DPRD Banggai, Djufri Diko, kemarin.
Menurut Djufri, dana bagi hasil migas (DBH) migas tak bisa terus diharapkan untuk menggenjot APBD Kabupaten Banggai. Sebab, masa produksi tidak akan lama. “Sehingga potensi yang memang sudah ada dari awal seperti pariwisata dan jasa-jasa umum lainnya, bisa digarap menjadi potensi,” katanya.
Nah, kondisi itu justru berbanding terbalik dengan Kabupaten Banggai Laut dan Tojo Una-una. Kepala Seksi Pengembangan Pasar, Informasi, dan Promosi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Pariwisata Kabupaten Banggai Laut, Muhamad Iqrawan Bidu, menerangkan, data wisatawan menginap per Agustus 2016, sebanyak 9.375 orang.  Angka ini, wisatawan domestik paling besar. Sedangkan untuk mancanegara baru 11 orang.
Adapun spot wisata yang terbanyak dikunjungi, terang Iqrawan, yakni wisata pantai Pasir Putih di Desa Pasir Putih, Kecamatan Banggai. “Sementara ini kunjungan terbanyak baru di Pasir Putih. Tapi kalau melihat tren yang ada, spot seperti Paisu Batongan di Mbuang-Mbuang Kecamatan Bokan Kepulauan serta yang di Tolobundu ke depan bakal jadi primadona,” kata Iqrawan, kemarin.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Banggai Laut, Sardin S. Pilisi, mengaku, pembenahan fasilitas dan infrastruktur wisata belum begitu maksimal. Selain persoalan anggaran, pihaknya lanjut Sardin, masih terbentur dengan belum siapnya kelompok pengelola fasilitas.
“Di beberapa tempat kami sudah bangun gazebo dan infrastruktur pendukung lainnya. Fasilitas tambahan juga sudah siap tapi belum langsung kami tempatkan di lokasi mengingat belum ada penanggung jawab pengelolanya,” ujar Sardin.
Lebih lanjut, Sardin menyebutkan, pihaknya saat ini sedang menggalakkan pembentukan kelompok sadar wisata sebagai calon pengelola spot-spot wisata. “Insya Allah tahun 2017 nanti beberapa program unggulan sudah berjalan. Di sisi anggaran, kami memang tergolong masih minim, tapi syukurlah melalui Kementerian Pariwisata kami dapat tambahan anggaran sekira Rp 3 miliar,” paparnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Tojo Una-una, M. Kasim Muslaeni, menyebutkan, tahun ini pihaknya memperkirakan mendatangkan 11 ribu wisatawan mancanegara maupun domestik. Kemudian tahun 2017 pemerintah daerah bakal mengelontorkan Rp 9,6 miliar untuk sektor pariwisata. “Kemungkinan besar bisa bertambah anggarannya sampai Rp 12 miliar,” papar Muslaeni saat dihubungi, kemarin.
Lebih lanjut, Muslaeni menyatakan, dalam waktu dekat maskapai Wings Air jenis ATR akan mendarat di Bandara Tanjung Api, Ampana. Itu dilakukan untuk memudahkan wisatawan mengunjungi daerah yang terkenal dengan Pulau Togean itu. “Rencana tanggal 27 sebenarnya sudah mendarat, tapi mungkin ada masalah teknis. Kalau izin penerbangannya sudah keluar,” jelas Kasim sembari mengakui persaingan di sektor pariwisata kian ketat.
Kasim membeberkan, agar sektor pariwisata bisa tumbuh, pemerintah di daerah-daerah harus mengikuti pameran yang sesuai dengan segmen pasar. “Contohnya, kami baru-baru ini ikut pameran di Jakarta tentang wisata bahari. Itu memang sesuai apa yang kita miliki di sini. Pemasaran banyak-banyak ke Kementerian Pariwisata,” jelasnya. (man/ali/sbt)

About uman