Home » Berita Utama » HP Handoko Diperiksa di Mabes Polri
HP Handoko Diperiksa di Mabes Polri
Iptu Chandra

HP Handoko Diperiksa di Mabes Polri

LUWUK-Handphone (HP) jenis Iphone milik Handoko Magaline tersangka kepemilikan empat gram sabu yang ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Banggai Jumat malam (9/9) lalu di dalam Lapas Kelas IIB Luwuk, sementara diperiksa di Bagian Information Technology (IT) Mabes Polri, Jakarta.
Sebelumnya telepon genggam Handoko diperiksa di Bagian IT Polda Sulteng. Tapi, karena beberapa pertimbangan hukum, sehingga HP tersebut harus dibawa ke Mabes Polri. “Jadi kami masih menunggu hasil pemeriksaan,” beber Kasat Reserse Narkoba Polres Banggai, Iptu Chandra saat dikonfirmasi koran ini di ruang kerjanya, Rabu (28/9).
Penyidik, kata dia, sulit membuktikan empat gram sabu itu milik Handoko. Pasalnya, sistem pengamanan Iphone tidak bisa dibuka sembarangan, selain pemiliknya (Handoko). Namun, penyidik sudah meminta kode pengamanan melalui kuasa hukum Handoko. “Alhamdulillah, kode pengamanannya sudah diberikan. Dan kami langsung mengirimnya ke penyidik Mabes Polri,” tutur Chandra.
Pihaknya, kata dia, memiliki kendala dalam penyelidikan kasus narkoba. Pasalnya, di kabupaten Banggai belum memiliki Laboratorium Forensik tes narkoba dan IT. “Kalau laboratorium sudah ada, proses penyelidikannya pasti cepat. Tapi ini adalah tantangan bagi kami untuk terus memberantas peredaran narkoba,” tandasnya seraya menyatakan kasus Handoko tetap dilanjutkan, tidak bisa dihentikan.
Sebelumnya, penyidik Satuan Reserse Polres Banggai melakukan pemeriksaan Rabu (14/9) lalu. Namun, Handoko tidak mengakui bahwa 4 gram sabu-sabu tersebut adalah miliknya. Sementara, pada saat pemeriksaaan saksi sebelumnya, Mis Paudi alias Frengki mengaku jika dirinya disuruh Handoko untuk mengantor paket itu kepada seseorang yang sedang menunggu di luar Lapas. Selain itu, Frengki juga mengaku berkomunikasi via telepon dengan Handoko. Atas dasar inilah, sehingga penyidik membawa HP Handoko ke Polda Sulteng.
Sementara itu, Chandra mengungkapkan, Handoko akan dijerat dengan pasal 144 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, yakni, setiap orang yang dalam jangka waktu 3 tahun melakukan pengulangan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111, Pasal 112, Pasal 113, Pasal 114, Pasal 115, Pasal 116, Pasal 117, Pasal 118, Pasal 119, Pasal 120, Pasal 121, Pasal 122, Pasal 123, Pasal 124, Pasal 125, Pasal 126, Pasal 127 ayat (1), Pasal 128 ayat (1), dan Pasal 129 pidana maksimumnya ditambah dengan 1/3 (sepertiga). Serta ancaman dengan tambahan 1/3 (sepertiga) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak berlaku bagi pelaku tindak pidana yang dijatuhi dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara 20 (dua puluh) tahun.(awi)

About uman