Home » Berita Utama » Pemda Usulkan Rp 42 Miliar ke Kemendag
Pemda Usulkan Rp 42 Miliar ke Kemendag
Asisten III Sekkab Banggai, Andi Jalaludin, Direktur Sarana Distribusi dan Logisitik Kemendag Syihard Hajopan Pohan (kemeja biru) bersama tim, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Hasrin Karim (dari kiri) saat meninjau Pasar Simpong, Sabtu (24/9).

Pemda Usulkan Rp 42 Miliar ke Kemendag

LUWUK – Pasar Simpong dan Pasar Sentral akan disulap menjadi modern tahun 2017 mendatang. Hal itu sejalan dengan nawacita Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk merevitalisasi 5.000 pasar di seluruh Indonesia selama 5 tahun.
Bupati Herwin Yatim menuturkan, untuk merevitalisasi Pasar Simpong dibutuhkan anggaran  sebesar Rp 12.289.787.000. Sedangkan untuk Pasar Sentral mencapai Rp 30 miliar. Jadi, totalnya menembus Rp 42.289.787.000. “Kondisi pasar yang tidak tertata menjadikan pasar ini kumuh,” ujar Bupati Herwin dihadapan sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Direktur Sarana Distribusi dan Logisitik Kementerian Perdagangan (Kemendag) Syihard Hajopan Pohan, Sabtu (24/9).
Anggaran gendut itu, telah diusulkan kepada Kemendag untuk ditindak lanjuti dan direalisasikan tahun 2017 mendatang. Meski sebelumnya juga telah diajukan anggaran sekira Rp 4,9 miliar untuk revitalisasi Pasar Simpong.
Sementara itu, Direktur Sarana Distribusi dan Logisitik Kemendag Syihard Hajopan Pohan mengatakan, proposal yang diserahkan pemerintah Kabupaten Banggai akan disampaikan kepada Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. “Didukung dengan data-data sehingga kami bisa mencoba menyampaikan kepada pimpinan kami, agar dana yang dikucurkan sesuai dengan harapan saat penyusunan anggaran nantinya,“ kata Syihard.
Secara terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banggai, Hasrin Karim menyebutkan,  perencanaan revitalisasi tahun 2016 harus dibatalkan. Sebab, dana tugas pembantuan harus ditarik kembali Kembali Kementerian Perdagangan karena adanya penghematan pemerintah pusat. “Kabupaten Banggai salah satu dana tugas pembantuannya yang ditarik,” kata Hasrin.
Meski begitu, Hasrin memastikan, tahun 2017 mendatang revitalisasi akan terealisasi. Sebab, dana tugas pembantuan akan dikucurkan kembali karena Kabupaten Banggai salah satu daerah prioritas program revitalisasi pasar. “Dana tugas pembantuan yang ditarik itu berpeluang akan bertambah,” tuturnya. (ali)

About uman