Home » Metro Luwuk » Sultim Bakal jadi Provinsi Persiapan
Sultim Bakal jadi Provinsi Persiapan
Makmur Manesa

Sultim Bakal jadi Provinsi Persiapan

LUWUK– Sulawesi Timur (Sultim) tidak serta merta menjadi provinsi devinitif. Selama tiga tahun daerah otonom baru (DOB) ini bakal menjadi provinsi persiapan. Apabila hasil evaluasi Sultim dianggap belum layak, maka sangat memungkinkan dikembalikan ke provinsi induk Sulteng.
Pemerhati pemerintahan yang juga pengiat Sultim, Makmur Manesa kepada Luwuk Post, Senin (19/9) kemarin mengatakan, pembentukan DOB provinsi diatur dalam undang-undang nomor 23 tahun 2014. Dalam regulasi itu disebutkan DOB belum langsung menjadi provinsi devinitif, akan tetapi baru sebatas provinsi persiapan yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP). Adapun jangka waktu provinsi persiapan sebagaimana amanat aturan kata Makmur selama tiga tahun, yang dipimpin oleh gubernur provinsi persiapan berasal dari aparatur sipil negara (ASN) yang tentu saja memenuhi syarat diangkat atau diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri.
“Pembentukan provinsi persiapan diusulkan oleh gubernur kepada pemerintah pusat, DPR RI atau DPD RI setelah memenuhi persyaratan dasar kewilayahan dan persyaratan administratif,” jelas Makmur.
Bertalian dengan pembentukan provinsi Sultim yang saat ini telah memenuhi persyaratan dasar kewilayahan dan persyaratan administratif, olehnya tahapan selanjutnya adalah Gubernur Sulteng wajib mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk pembentukan provinsi persiapan Sulawesi Timur. “Pada tahapan ini sangat dibutuhkan peranan gubernur untuk mengurusnya pada pemerintah pusat, karena itu sudah menjadi perintah UU nomor 23 tahun 2014 bahwa Gubernur yang mengusulkan pembentukan provinsi persiapan kepada pemerintah pusat,” kata Makmur.
Masih menurut penjelasan Makmur, setelah terbentuk provinsi persiapan, maka pemerintah pusat melakukan pembinaan, pengawasan dan evaluasi selama tiga tahun serta evaluasi akhir.
Dimaksud dengan evaluasi akhir lanjut dia, untuk menilai kemampuan provinsi persiapan. Setelah dinyatakan layak maka ditingkatkan statusnya menjadi provinsi baru alias devintif yang ditetapkan dengan UU. Tapi jika sebaliknya dinyatakan tidak layak maka dicabut statusnya dan dikembalikan ke provinsi induk, yakni Sulteng.
Memang kata Makmur lagi, ketentuan itu sengaja memperketat persyaratan, tapi untuk Sultim dapat memenuhi persyaratan tersebut termasuk persyaratan dasar kapasitas daerah bisa terpenuhi. Tinggal bagaimana sekarang segera didorong terbentuknya provinsi Sultim persiapan. Jika itu dapat terwujud di tahun 2017, maka pada tahun 2020 Sultim menjadi provinsi baru. (yan)

About uman