Home » Metro Luwuk » PINASA Harus Masuk Dalam Kalbu
PINASA Harus Masuk Dalam Kalbu
Indikator keberhasilan PINASA sejatinya dilihat pasca program kerja 100 hari pemerintahan Herwin Yatim dan Mustar Labolo.

PINASA Harus Masuk Dalam Kalbu

LUWUK– Untuk mengukur berhasil atau tidak terhadap aksi moral peduli lingkungan berlabel PINASA (pia na sampah ala), bukanlah pada 100 hari pemerintahan Herwin Yatim-Mustar Labolo. Akan tetapi penilaian ideal ketika pasca 100 hari kerja.
“Barometernya setelah 100 hari kerja. Apakah aksi moral itu masih menggeliat, atau sebaliknya,” nilai Sekretaris Komisi I DPRD Banggai, Bachtiar Pasman yang ditemui di kantor DPRD Banggai, Senin (19/9) kemarin.
Politisi PKB ini mengaku, PINASA cukup memberi pengaruh terhadap tingkat kepedulian masyarakat buat kebersihan. Khusus dalam Kota Luwuk, lingkungan semakin bersih. “Ada perubahan yang cukup signifikan setelah PINASA digeliatkan di tengah masyarakat,” kata Bachtiar.
Dia belum menyatakan bahwa aksi moral PINASA 100 persen berhasil. Alasannya, karena roda pemerintahan yang berjalan 100 hari ini tak bisa dijadikan rujukkan. Justru akan sangat obyektif penilaian itu pasca 100 hari kerja. “Kita akan lihat kedepan, setelah 100 hari kerja bagaimana progress dari PINASA,” ujar Bachtiar.
PINASA yang salah satu orientasinya untuk mengejar tropi Adipura nilai Bachtiar adalah konsep brilian. Harapannya, dengan intensnya pemerintah mengkampanyekan PINASA, maka dengan sendirinya akan tertanam dalam kalbu masyarakat. “Kalau sudah masuk dalam kalbu warga, maka saya yakin tak akan ada lagi sampah di jalanan,” jelas Bachtiar. (yan)

About uman