Home » Berita Utama » 100 Hari Kerja, Lalong Banjir Sampah
100 Hari Kerja, Lalong Banjir Sampah
Setelah hujan mengguyur Kota Luwuk, Senin (19/9) sekira pukul 14.30 Wita, sampah plastik terapung di permukaan Teluk Lalong. Pemandangan ini seakan mewarnai berakhirnya program 100 hari kerja Winstar.

100 Hari Kerja, Lalong Banjir Sampah

LUWUK-Sampah plastik mengapung di permukaan Teluk Lalong menjadi hal yang lumrah saat hujan mengguyur Kota Luwuk, meski hanya beberapa menit saja. Tapi, menjadi unik jika sampah terlihat pada masa berakhirnya program 100 hari kerja pemerintahan Herwin Yatim dan Mustar Labolo (Winstar), Senin (19/9) sekira pukul 14.30 Wita.
Sampah berbagai warna yang mengkilap terkena pantulan matahari sore itu, seakan menjawab hasil program 100 hari program kerja Win Star di bidang kebersihan. Sebab, kawasan teluk lalong menjadi lokasi peluncuran gerakan moral PINASA (Pia Na Sampah Ala). “Jangan sampai masih adanya sampah di teluk lalong menjadi indikasi kegagalan Winstar dalam hal kebersihan. Apalagi hari ini berakhirnya program 100 hari kerja Win Star,” kata seorang anggota DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Luwuk Banggai, Fajar Patiwali, Senin (19/9).
Ia berharap Winstar Win Star terus mendorong tumbuhnya budaya bersih yang masih sangat rendah. Adanya sampah di teluk lalong menjadi bukti bahwa masyarakat masih membuang sampah ke saluran air sehingga ketika hujan turun sampah sampah tersebut terbawa sampai ke teluk lalong.  “Program Winstar itu sebaiknya dijaga. Jangan sampai program 100 hari berakhir, kepedulian terhadap kebersihan juga luntur dengan sendirinya,” katanya.
Fajar berharap Win Star tetap getol dengan program Pinasa. Jangan lengah, apalagi setengah hati.(awi)

About uman